Sudah pukul setengah sembilan dan Pak William belum juga pulang. Tidak hanya aku, Bik Artin juga khawatir menunggu bosnya pulang. "Apa tidak sebaiknya di cari, Non? Saya takut ada apa-apa di jalan. Ini musim begal loh, Non ...." "Ih, Bik Artin jangan ngomong gitu dong... Saya 'kan, jadi kepikiran jelek juga." Bik Artin tidak bicara lagi. Namun, ia masih mondar-mandir di depanku. "Kenapa Pak William gak punya supir, sih? Dari tadi dihubungi gak diangkat! Saya mau cari juga kemana, Bik?" Aku berusaha untuk berpikir. Saat itulah aku ingat dengan GPS tracker yang terpasang di mobil Pak William. Katanya, ia sengaja memasang benda itu karena Justin suka menggunakannya saat liburan. Aku bertanya karena melihat kotaknya saat membersihkan meja kemarin. Aku bergegas pergi ke ruang kerjanya dan

