Aku masuk ke kamar dengan perasaan campur aduk antara kecewa, marah dan jengkel bergabung jadi satu. Kalau memang aku memiliki salah pada Mama, harusnya ia bicara. Bukan melakukan hal gila seperti ini. Aku terisak di atas tempat tidurku. "Seharusnya kamu berterima kasih pada mama! Kalau tidak seperti ini, mama tidak tahu lagi harus mengurusmu bagaimana. Kalau kamu masih ingin memiliki orang tua, dengarkan apa kata-kata mama." Mama bicara dari balik pintu kamar. Aku memang tidak mengunci pintu itu. Namun, mama juga tidak berniat untuk masuk ke dalam sini. Aku menangisi nasibku kini. Kalau aku menolak, sudah pasti aku jadi anak durhaka. Aku bukan wanita alim yang rajin beribadah. Akan tetapi, aku tau kalau dosa melawan orang tua itu luar biasa besar. Memikirkannya membuatku l

