BAB - 24

1024 Words

BAB - 24Nada tersambung muncul, namun tidak berapa lama dimatikan. Ziana mencoba menghubunginya lagi, namun kini nomor itu sudah tidak aktif. Wanita itu tertegun, kini logikanya mulai berjalan. Dia merebahkan tubuhnya disamping Adhis menunggu suaminya datang. Selang beberapa lama, pintu kamar terbuka. Terlihat Daffa datang dengan wajah yang seperti biasa. Ziana memperhatikannya dengan seksama. Selama usia pernikahan, dia tidak pernah satu kalipun dibohongi oleh lelaki yang kini dicurigainya. Daffa mendekat kemudian duduk dipinggir ranjang, tangannya mengusap lembut rambut Ziana yang sudah bersiap untuk tidur. “Kamu capek ya Zi, kalau capek ga usah dipaksakan berjualan,” ucapnya lembut. Rupanya lelaki itu berfikir sikap Ziana yang tidak biasa karena kecapean berjualan. Ziana masih terdiam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD