Munafik!

1421 Words

“Kamu mau pesan hidangan utama apa?” Bibirnya terus mengulum senyum bahagia, hatinya tak kalah berbunga karena satu impian terbesarnya kini jadi nyata. Sebelum ini dia tak pernah membayangkan hal ini akan terjadi, si tampan dingin dan cuek itu tiba-tiba menghubunginya lebih dulu mengajaknya—memintanya untuk memilih tempat untuk dinner bersama. Restoran X ternama di kota Bandung menjadi tempat paling romantis untuknya sekalipun tidak ada mawar merah, tidak ada jas mahal atau kemeja branded yang dikenakan calon suaminya itu meski outfitnya makan malam di restoran mewah ini sedikit terganggu wanita tak lain Cantika tetap senang karena ajakan Batara. “Aku sudah lebih dulu memesan hidangan pembuka untuk kita,” nada suaranya terdengar antusias. Cantika ingin malam ini sempurna, tidak hanya r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD