‘Nikahi aku jika anda menginginkan hal ini, Ndan.’ Batara menarik nafasnya dalam-dalam, kata-kata itu mengusik tidurnya sampai dia akhirnya membuka mata dan menatap wanita yang ada dalam pelukannya. Ditariknya tubuh kurus itu untuk lebih dekat, aroma wanginya membuat Batara makin candu. “Astaga.” Batara pura-pura terpejam mendengar kata itu seiring tubuh kurus yang di pelukannya mulai bergerak gelisah lalu melepaskan pelukannya. Sedikit kesal karena Batara masih ingin berduaan wanita itu pun mengangkat tangannya yang berada di pinggang secara pelan. Kelopak matanya terbuka kecil—mengintip wanita itu yang mulai turun dari atas tempat tidurnya. “Aya mau kemana, hm?” Ayumie tergelak kaget, matanya melotot refleks menoleh kesamping menemukan Batara yang sudah bangun. “Ndan?” “Ya, kamu p

