‘Belum puaskah kau terus menyiksaku—memberiku banyak luka seperti ini, Jo?’ ‘Aku tidak bermaksud membuat Arin membencimu, Yumie.’ ‘Ck! Kenyataanya kamulah yang membuatku semakin dibenci oleh putriku sendiri. Demi Tuhan, bukannya aku tidak mau menghubunginya apalagi menemuinya bahkan aku ingin sekali menyentuhnya, memeluknya setiap harinya dan semua itu karena kau—‘ Ayumie menyeka air matanya yang terus berjatuhan, dadanya sangat sesak dan hatinya semakin sakit jika terus diingatkan tentang masa lalunya–putrinya ketika pria itu tidak terima dengan kata ‘Selesai’ Ayumie ingin mengakhiri semuanya, berdamai dengan takdirnya yang tak pernah beruntung dalam hal percintaan. Demi Tuhan, Ayumie lelah, sangat lelah dengan permainan Joshua yang menurutnya terlalu licik menggunakan Arini sebagai s

