"Lupakan itu, Al. Aku mau tidur." Ucap Clara dan mendorong tubuh Al agar segera keluar dari kamarnya.
"Hey, ini juga kamar ku. dan saat ini aku ingin tidur disini, Clara." Ucap Al dan memberhentikan Clara.
"Lalu, jika.kamu tidur disini. Aku tidur di mana?" Tanya Clara kesal.
"Tidur bersama ku." ucap Al dan tersenyum miring yang membuat Clara merinding.
Al menarik paksa tangan Clara untuk segera tidur, namun lagi-lagi Clara mencoba memberontak.
"No, Al. kita bukan muhrim!" Pekik Clara dan melepaskan tangan Al.
"Kita hanya tidur bersama dengan guling di tengah, bukan melakukan hubungan badan Clara." ucap Al yang mulai membaringkan tubuhnya dikasur.
"Cepat lah tidur, besok kita akan ke kantor bersama." Lnjut Al mulai menutup matanya.
Clara mencoba mencari jalan keluar, bagaimana cara nya agar ia tak tidur bersama dengan Al malam ini.
akhirnya Clara memutuskan untuk tidur di Lantai dengan beralas selimut tebal yang ia gelar di bawah.
Clara mulai memejamkan matanya dengan susah, karna ia tak biasa tidur tanpa kasur. Namun akhirnya ia bisa terlelap.
______
Al terbangun sekitar jam 1 malam karena suara seseorang yang menggigil kedinginan.
Al menoleh ke sisi kanannya, ia tak menemukan sosok Clara disamping nya. Al bangun dan melihat Clara terbaring sambil memeluk kedua lututnya.
Dengan cekatan, Al mengangkat tubuh Clara dan meletakkan nya di kasur sebelahnya lalu menyibakkan selimut tebal untuk mengurangi rasa dingin.
"Kamu sangat bandel, ada kasur malah tidur di bawah." Ucap Al sambil mengusap Surai rambut Clara.
Al ikut berbaring disamping Clara dan memeluk erat tubuh gadis itu, rasa nyaman Al rasakan saat itu.
________pagi pun tiba, Clara membuka matanya lebih dahulu. Ia terkejut dengan keberadaan Al disebelah nya ditambah tangan Al melingkar di pinggang Clara.
Clara mencoba melepaskan tangan Al dari pinggangnya, namun pelukan Al semakin kencang seakan ia tak mau melepaskan mangsanya.
"Al!" Teriak Clara tepat di samping telinga al.
"Ha! Ada apa?" Al terkejut dengan suara keras Clara.
"Bangun! sudah pagi. Ini kenapa tangan kamu kaya gini!" Ucap Clara dan mencoba melepaskan kembali tangan Al dan berhasil.
"Cepat keluar dan mandi atau kita akan terlambat!" ucap Clara kesal sambil berjalan mengambil handuknya.
"supaya lebih menghemat waktu, bagaimana jika kita mandi bersama?" Ucap Al menggoda Clara.
"Jangan gila!" Ucap Clara Malas sedangkan Al hanya tertawa melihat Clara yang kesal karenanya.
______
Kini Al dan Clara sudah siap dengan pakaian kantor mereka masing-masing.
"Kamu masih betah jadi cleaning servis di kantor?" Tanya Al sembari memasukkan makanan ke mulut nya.
"Ehm, masih. kenapa?" Tanya Clara dengan aktivitas yang sama.
"Tidak apa. Apa ada yang menganggu mu selama disana?" Tanya Al seolah-olah mengintrogasi.
"Kenapa sih, Al? Aku baik-baik aja disana, dan semua orang kantor juga fine sama aku." Ucap Clara cepat.
"Bagaimana dengan, Amira?" Tanya Al dengan tatapan intens nya. Clara menghentikan aktivitas makannya dan menatap Al.
"Aku ... aku baik-baik saja dengan Amira, but ... mungkin dia yang tidak baik-baik saja dengan ku." Ucap Clara lirih.
"Bilang padaku jika dia menyakitimu atau membuatku merasa terancam." Ucap Al dan mengusap pinggir bibir nya dengan tisu.
•Kantor.
Seperti ucapan Al bahwa mereka akan berangkat ke kantor bersama dan pastinya Clara sudah menduga bahwa semua orang kantor akan menatapnya tajam.
"Al, mereka kenapa menatap kita seperti itu?" tanya Clara tak nyaman sedangkan Al hanya mengedikan bahu nya.
Al memasuki lift dan menuju ke ruangannya, sedangkan Clara menuju ke pantry dan mengambil baju dinasnya:)
"Heh, anak baru! Lo kok bisa berangkat sama Pak Alvaro?" Ucap Amira yang datang menghampiri Clara.
"Tadi hanya kebetulan saja, mbak." ucap Clara sopan. bagaimana Amira adalah atasannya.
"Kebetulan tapi bisa akrab banget? Jangan-jangan Lo main ilmu pelet ya biar bisa dapetin pak Al?" Tuduh Amira dengan Garang..
"Astagfirullah, enggak mbak. Tadi hanya kebetulan saja." Ucap Clara dan mengambil baju cleaning servis nya.
"Gue peringatin sama Lo ya! Jangan coba-coba deketin pak Al atau Lo tahu sendiri akibatnya!" Ucap amira sambil mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Clara.
"Memang hubungan mbak Amira dengan pak Al apa?" Tanya Clara berani.
"Ya pasti ada hubungannya lah, secara gue ini adalah calon istri dari pak Al." Ucap Amira dengan PD dan hampir membuat tawa Clara pecah.
"Tu kaca ada disana, mbak. sebelum ngehalu silakan ngaca dulu." Ucap Clara menunjuk kaca dan berjalan meninggalkan Amira menuju ke kamar mandi.
"Kurang ajar!" Umpat Amira.
bersambung!!!!
jangan lupa baca semua cerita aku ya!