Lunar masih bergelut dengan pemikirannya, tapi Jason' yang dari tadi berdiam diri kini membuyarkan semua pikiran-pikiran tentang kejadian aneh yang baru saja ia alami dengan menanyakan kondisinya lebih lanjut.
"By the way Lun' lo ga papa kan? Lo dari mana aja sih emangnya?" Tanya Jason yang sedari tadi hanya diam memperhatikan Haikal dan Ryuka yang sangat heboh menyambut Lunar.
"Hehe gue pas subuh-subuh kebelet, terus ngebangunin yang lain kaga bangun-bangun. Yaudah gue sendirian deh! Nah pas mau balik nih, gue lupa jalan pulangnya teruskan… " Lunar sedikit menjelaskan dan menggantung.
"Terus!? Terus apaan Buru!" Samber Haikal penasLunar masih bergelut dengan pemikirannya, tapi Jason' yang dari tadi berdiam diri kini membuyarkan semua pikiran-pikiran tentang kejadian aneh yang baru saja ia alami dengan menanyakan kondisinya lebih lanjut.
"By the way Lun' lo ga papa kan? Lo dari mana aja sih emangnya?" Tanya Jason yang sedari tadi hanya diam memperhatikan Haikal dan Ryuka yang sangat heboh menyambut Lunar.
"Hehe gue pas subuh-subuh kebelet, terus ngebangunin yang lain kaga bangun-bangun. Yaudah gue sendirian deh! Nah pas mau balik nih, gue lupa jalan pulangnya teruskan… " Lunar sedikit menjelaskan dan menggantung.
"Terus!? Terus apaan Buru!" Samber Haikal penasaran yang juga di anggukin oleh Ryuka.
"Teruuss… gue di tolongin sama serigala putih buat balik ke sini lagi!"
"Yakin Lun itu serigala? Bukan jenis Alaskan atau Husky gitu? " tanya Haikal memastikan.
"Tadinya gue juga ngiranya gitu, tapi mukanya beda terutama mata dan moncongnya!?" Jelas Lunar.
Walau sebenarnya di benaknya juga masih mempertanyakan. Hewan berbulu putih dan lebat tadi benaran serigala liar atau ada yang memeliharanya!? karena mau bagaimanapun' jika di pikir ulang lagi, serigala yang menolongnya sangatlah jinak dan seperti terlatih.
"Udah sesi ceritanya sampe sini dulu! Buruan siap-siap beberes, kita semua kan mau lanjut lagi ke titik perkemahan setelah Lunar ketemu!" Jason yang sedari tadi menyimak cerita pun menyudahi aksi cerita Lunar dan kedua teman baiknya itu.
'Dasar serigala posesif, pantes aja pas Lunar balik aroma feromon dari serigala sangat tercium jelas di diri Lunar' Batin Jason yang menyadari ada aroma feromon milik si serigala dari diri Lunar saat kembali dari dalam hutan.
Perjalanan menuju titik awal yang akan mereka tuju berlanjut. Melihat cuaca sekarang sepertinya bakal baik-baik saja. Butuh sekitar setengah hari, waktu yang mereka tempuh untuk sampai di tempat tujuan. Mereka semua sepakat untuk mendirikan tenda kembali di dekat sebuah ngarai yang menyejukkan mata. Aliran airnya sangat jernih dan mudah di jangkau. Jadi kebutuhan air mereka juga tidak terlalu sulit jika membangun perkemahan dekat dengan sumber air.
Setelah semua tenda telah terpasang, kak Johnny mengumpulkan kami semua lagi untuk mengecek kelengkapan para angota. Maklum kalo acara begini harus sering cek absen, soalnya ilang satu orang aja bisa berabe urusannya.
Dirasa semua sudah lengkap, bagian divisi yang dipegang oleh Lunar juga lengkap. Kak Johnny membolehkan kami nenikmatin waktu santai untuk berkeliling di sekitar areal perkemahan saja.
Saat Lunar sedang asik duduk di atas batang kayu besar yang mengarah ke sungai untuk melihat sekelilingnya. Indera pendengarnya kembali menagkap suara yang sudah beberapa kali terdengar olehnya belakangan ini.
Suara itu berserobok ke dalam pendengarannya lagi. Namun ada yang berbeda dari suara-suara yang sebelumnya ia dengar. Biasanya suara yang ia dengar sangat lembut dan hangat, tapi suara kali ini terdengar seperti peringatan keras yang tidak boleh di langgar dan bersifat mutlak.
'Lunar! kamu harus berhati-hati, ingatkan teman-teman kamu juga agar tidak masuk ke dalam hutan bagian barat dari posisi kamu sekarang!'
'Ingat Lunar aku akan menjagamu dengan baik jadi patuhi peringatanku kali ini!'
Saat pendengarannya mendengar suara peringatan tersebut, kepalnya otomatis melihat ke arah hutan yang di maksud.
Gadis itu bisa merasakan ada aura negatif yang terasa sangat kuat dari dalam hutan itu. Tanpa ia sadari badannya bangkit dari duduknya dan kakinya sedikit bergerak mundur hingga hampir saja ia terjatuh dari atas batang pohon yang besar itu.
Beruntung ada Jason di bawahnya, lelaki itu teriak dan menyadarkan Lunar.
"Lunar!" Panggilan pertama dari Jason tidak terdengar oleh gadis tersebut.
Lunar masih berdiri di atas kayu besar, pandangannya masih terkunci ke arah hutan yang di maksud oleh suara yang hanya bisa terdengar oleh Lunar. Dengan gugup ia menelan salivanya, lalu kakinya tanpa sadar hendak melangkah mundur kembali hingga suara teriakan dari Jason menyadarkannya.
"LUNAR HATI-HATI!" Jason kembali berteriak dan menyadarkan Lunar.
Namun karena posisi kaki Lunar sedikit tidak seimbang, alhasil Lunar tetap tergelincir dari pijakannya di atas batang kayu besar tersebut.
Jason yang berada paling dekat dengan Lunar itu langsung siap siaga untuk menagkap tubuh temannya itu. Tapi ternyata dia keduluan oleh bayangan putih yang melesat dengan secepat kilat dan aroma yang tak asing, aroma wood eucalyptus dan pinus pun menyertainya.
Lunar memejamkan matanya erat, siap menerima rasa sakit yang akan ia derita akibat tergelincir. Tapi tunggu dulu, kenapa dirinya malah tidak merasa sakit sama sekali ya? Atau Jason berhasil menangkapnya?
Karena terakhir kali sebelum kakinya tergelincir, ia mendengar suara Jason yang tak begitu jauh darinya yang terdengar panik.
Tapi jika Jason berhasil menangkapnya kenapa indera penciumannya menghirup aroma yang berbeda dengan aroma tubuh Jason yang beraroma sage. Hidung Lunar menghapal semua aroma khas dari teman-teman dekatnya dan penciumannya tak pernah salah.
Matanya yang terpejam perlahan ia buka, lalu pandangannya langsung mengarah ke Jason yang berada di depannya berdiri dengan tangan kirinya berada di pinggangnya. Lalu siapa yang menggendongnya sekarang?
Kepalanya perlahan ia toleh kan ke arah seseorang yang telah menyelamatkannya, dan ternyata seorang pria tampan dengan mata yang terlihat sedikit berwarna biru yang sangat samar.
Pria tersebut tersenyum dengan lembut ke arah Lunar. Namun ada yang aneh dari pria yang masih setia menggendong dirinya.
Di mata Lunar kenapa sosok pria tersebut sedikit samar!? Padahal jelas ia bisa bersentuhan dengannya tapi kenapa terlihat samar dan ia baru sadar kalau ternyata di sekelilingnya ada kabut putih tipis yang mengitari mereka bertiga.
"Lunar! Jangan gugup." Pria tersebut berbisik sambil menurunkan Lunar dari gendongannya.
Lunar mengerjapkan matanya beberapa kali saat mendengar suara dari pria asing yang baru saja menolongnya itu.
Gadis itu merasa sangat familiar dengan suara dari pria asing di hadapannya tersebut. Sepertinya benar jika suara-suara yang belakangan ini ia dengar terdengar sangat mirip dengan pria yang tubuhnya terlihat samar itu.
K-kamu...?