24. Provokasi Reihan

1647 Words

Meisya sangat jarang membentak seseorang, ini kali pertama dia meninggikan suaranya di depan orang lain yang baru pertama kali dia temui. Namun Meisya tidak peduli, sikap wanita itu yang terus bersikap tidak tahu malu di depannya membuat Meisya merasa sangat geram. Dia memang masih belum bisa memaafkan suaminya, namun bukan berarti dia akan membiarkan wanita itu bertindak seolah-olah dia sudah berhak atas suaminya. Jika memang dia harus mundur dalam hubungan ini, bukan berarti dia akan melepaskannya begitu saja dan membiarkan wanita itu bahagia di atas penderitaannya. Sebagai sesama wanita Meisya bisa melihat melalui bagaimana cara wanita itu datang. Panggilannya terhadap Ando dan sorot khawatir yang dia tunjukkan. Jelas sekali bahwa wanita di depannya ini menyimpan rasa untuk suaminya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD