Ando tidak henti-hentinya terus saja memandang ke arah pintu ruang rawatnya. Dari waktu ke waktu dia terus menunggu Meisya datang menemaninya. Pria itu sangat bosan, dia tidak menghubungi siapapun selain istri dan ayah mertuanya yang tau bahwa dia tengah dirawat di klinik ini. Bahkan Ando ragu apakah Mika dan Sakha mengetahui kalau dia tengah sakit, pria itu berharap semoga anak-anak tidak mengetahuinya agar tidak membuat mereka khawatir. "Mbak, istri saya dimana ya? Apa dia masih belum datang?" Ando bertanya pada salah satu perawat yang kebetulan masuk ke dalam ruangannya untuk memeriksa kondisinya serta mengganti botol infus miliknya yang tinggal seperempat. "Istri bapak, maaf siapa ya Pak?" Ando yang dipanggil bapak sontak terdiam. Memang gadis yang tengah merawatnya saat ini terliha

