"Ayo kita bertemu!" 'Mas, kamu serius? Kapan kamu bisa bertemu denganku? Sekarang, besok pagi, atau bagaimana? Lalu kita bertemu dimana?' Mendengar setiap kata yang terucap oleh sosok wanita di seberang sana semakin membuat Ando merasa jijik. Dia sangat menyesal, karena telah terlibat dengan wanita gila semacam ini. Bagaimana dulu saat awal-awal bagaimana bisa dia sempat merasa kagum dengan ketangguhan wanita itu dalam menghadapi tingkah suaminya yang sudah berselingkuh sejak lama. Namun kini semua rasa kagum dan simpati itu telah hilang tak berbekas. Yang ada hanya rasa jijik dan kesal. "Restoran di tempat biasanya. Besok siang, jangan sampai terlambat." Setelahnya Ando langsung mematikan panggilan teleponnya. Karena dia tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk mendengarkan suara me

