33. Puber Kedua?

1725 Words

"Imajinasi liar?" "Iya sayang, apa kamu mau mencobanya?" Kini dahi Meisya dan Ando saling beradu, napas mereka saling menerpa satu sama lain. Membuat degup jantung Meisya semakin berdebar kencang. Ando yang melihatnya merasa semakin gelap mata. Pandangannya berulang kali teralihkan pada dua bongkahan bulat dan kenyal yang terpampang nyata di depan matanya. Hanya pria bodoh yang akan menyia-nyiakan keindahan nyata di depan matanya. Apa lagi itu semua adalah miliknya secara sah, baik di mata hukum ataupun agama. Tanpa aba-aba pria itu dengan segera langsung melahap dengan rakus selayaknya bayi yang kelaparan selama seharian penuh. Membuat Meisya memekik tertahan beberapa kali melihat kelakuan Ando yang di luar prediksinya. Bisa-bisanya pria itu mengalihkan pembicaraan dan melakukannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD