22. Ke Klinik

1817 Words

"Mari kita pisah ranjang!" Ando yang semula masih terpaku menatap Meisya kini tampak menatap istrinya dengan pandangan tidak percaya. Dia sama sekali tidak berharap kata-kata itu akan keluar dari bibir Meisya yang mana itu bagaikan sambaran petir baginya. Ando sontak menggelengkan kepalanya beberapa kali, jelas sama sekali tidak ingin menyetujui permintaan Meisya. Dia tidak bisa jika harus pisah ranjang dengan istrinya itu. Ando merasa dia sama sekali tidak sanggup melakukannya. "Mas tahu kamu kecewa Sya, Mas bisa menjelaskan semuanya. Ini benar-benar tidak seperti apa yang diberitakan di luar sana. Mas dijebak, tidak mungkin Mas berselingkuh dari kamu meskipun ada wanita telanjang di depan Mas sekalipun. Juga tidak terjadi apapun seperti foto-foto yang beredar. Mas tidak melakukannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD