Eps 18 Ragu

866 Words

Malam sudah semakin larut, bahkan sekarang sudah melewati pukul 1 dini hari. Mataku masih belum dapat terpejam, pikiranku mengenai keputusanku untuk menemui Lintang esok masih berputar putar. Akhirnya kuputuskan untuk mencari hawa segar di taman. Perlahan kubuka pintu kamar takut menganggu Dewi yang sedang tertidur lelap sekali. Ketika hendak membuka pintu halaman belakang, kulihat lampu dapur menyala dan terdengar seseorang membuka pintu lemari pendingin. Tanpa bersuara aku mengintip, "Huhh..."kuhela napas dengan bebas. Ternyata Leo yang sedang mencari sesuatu di lemari pendingin. "Kak." panggilku perlahan takut mengejutkannya. Duk. Kepala Leo terjeduk kulkas. "Duh!" teriaknya sambil mengusap usap kepalany. "Nova..ngagetin aja deh." Aku ketawa melihat mimik wajahnya. "Manggilnya ud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD