Nadira turun dari ojek online tepat di depan pagar rumah nya. Tak lupa, ia membayar dan mengucapkan terimakasih pada ojek online yang sudah mengantarkan nya sampai rumah. Ketika hendak meninggalkan ojek online itu, si abang ojek online memanggil nya. “Ka?” Nadira menoleh, “Kenapa, Bang?” Abang ojol sedikit meringis, ia merasa tidak enak. “Ka, abis nangis ya? Ribut sama pacar nya, ya?” Nadira menghela napas nya, ia kira ada hal penting yang akan ditanyakan. “Engga, Bang.” “Oh gitu ya, Ka.” Terlihat Abang ojol belum sepenuh nya percaya pada jawaban Nadira. “Udah ya, Bang. Saya masuk, jangan ngelamun takut orderan nya kelewat.” Abang ojol segera memeriksa ponsel nya, lalu menampilkan deretan gigi nya. “Oh iya, untung diingetin. Mari, Ka. Makasih ya.” Nadira mengangguk dan segera berj

