PART 28

2019 Words

Ale baru saja turun dari motornya tepat di parkiran Sekolah, ia langsung membuka helmnya kemudian dibuka di tempat penyimpanan helm. "Pak, nitip ya." Ale pada penjaga. Sesudah ia bantu helmnya disimpan, ia segera berjalan menuju kelasnya. Hampir semua mata memandang ke arahnya. Siapa yang tidak terpesona pada Ale, dengan posturnya yang tinggi, badannya proporsional, dan wajah nya yang tampan. Bukan hanya modal fisik, Ale jago dalam urusan Basket. Sayang, semua orang yang mendapatkannya tidak pernah berhasil mendapatkan nya. “Pagi, Ka Ale ..” Sapa adik-adik kelas yang mulai mencari perhatiannya. Ale hanya tersenyum tipis sambil melirik sekilas. Ia tidak mau jika harus dicap sebagai tampan laki-laki tapi sombong, menurut percuma. “Pagi, Kaka Ale sayang ..” Langkah Ale terhenti saat men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD