PART 37

1508 Words

"Nad?" Maura menatapnya dari belakang. Sesampainya mereka di kamar, belum ada pembicaraan apapun. Nadira memilih duduk di dekat balkon kamarnya, sedangkan Maura memilih merebahkan diri di atas tempat tidur Nadira. Rasa nya masih sama, sahabat tetap akan menjadi sahabat. Selama kita mampu meredam ego masing-masing. Kita tidak akan kehilangan satu sama lain. "Hm?" “Semenjak kejadian itu, lo ketemu engga sama Ka Anira?” Tanya nya hati-hati. Nadira menghela napas, lalu mengangguk. “Waktu itu, aku minta maaf sama dia ambil mendekat, mencoba memeluk nya, tapi dia menjauh. Engga mau denger penjelasan aku sama sekali. ” Maura menatapnya iba. “Ka Anira mengira kalau ini memang rencana aku. Dia mengira aku balas dendam karena tidak pernah mendapatkan kasih sayang Mama dan Papa. Padahal, pag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD