Pintu kaca Kopi Sejati terdorong pelan. Bel kecil di atasnya berdenting, memecah rutinitas mesin espresso yang sedang mendesis. Beberapa kepala barista menoleh. Masuklah Farina, dengan gaun sederhana dan kacamata hitam tapi tetap terlihat seperti model catwalk. Ia berdiri sebentar di depan counter, matanya langsung menemukan targetnya. Di balik mesin kopi, Nio sedang menekan portafilter dengan konsentrasi penuh. “Flat white satu,” ujar Farina santai. Beberapa detik kemudian, ia menggeser secarik amplop kecil ke atas meja. “Buat kamu.” Nio mengangkat alis. “Ini apa?” Farina tersenyum manis. "Tiket konser band Sixseven.” Nio membuka amplopnya. Dua tiket konser. Ia menatap Farina, bingung. “Kamu ajak saya nonton konser?” Wanita itu menggeleng. "Saya mau kamu ajak Niva nonton konser,”

