Seminggu setelah Nio menghilang terasa lebih panjang. Ezkar sampai meninggalkan pekerjaannya di kantor demi menjaga Niva. Baru sekarang ia benar-benar melihat betapa dalam gadis itu tenggelam dalam sedih, bingung, dan rasa bersalah. Hari ketiga, Ezkar sempat mengajak Niva ke mal, sekadar makan dalam suasana berbeda. Niva nyaris baik-baik saja sampai mereka melewati toko buku. Di etalase depan terdapat rak resep minuman dengan ilustrasi buah-buahan kecil. Langkah Niva terhenti. Ezkar baru sadar ada yang salah ketika bahu gadis itu mulai bergetar. Beberapa detik kemudian, Niva sudah menutup wajah dengan kedua tangan. “Bang… pulang aja.” Hari lain, ia diajak ke minimarket di malam hari untuk membeli es krim. Niva sempat memilih rasa stroberi, lalu mendadak meletakkannya lagi. Bibirnya b

