Pagi itu Ezkar berhenti di sebuah lapak majalah kecil di pinggir jalan sebelum menuju kantor. Deretan majalah tergantung di rak kawat kecil pinggir jalan. Jemari Ezkar langsung berhenti pada edisi terbaru majalah Income. Wajah Niva terpampang kecil di sudut cover dengan judul: “Sweet Saturn — Ketika Jajanan Tradisional Menemukan Pasarnya Kembali.” Sudut bibir Ezkar langsung terangkat. “Beli ini dua,” gumamnya puas. Ia membayar majalah itu tanpa banyak pikir, lalu kembali masuk ke mobil sambil membalik beberapa halaman. Foto-foto Sweet Saturn memenuhi dua halaman penuh. Ada etalase kuenya, suasana toko yang hangat, sampai foto candid Niva yang sedang tertawa kecil sambil memegang nampan dessert. Yang membuat Ezkar puas justru isi artikelnya. Bukan soal viral atau drama media sosial,

