Malam itu apartemen Ezkar sudah tenang. Televisi di ruang tengah menyala kecil tanpa benar-benar ditonton siapa pun. Dari kamar tamu, cahaya lampu masih temaram ketika Niva rebahan sambil memegang ponselnya di atas wajah. Notifikasi pesan baru muncul. Dari Deon. “Tadi abang sepupumu kayaknya nggak suka ya lihat aku?” Niva langsung terkekeh kecil membaca kalimat itu. Jemarinya cepat mengetik balasan. “Nggak. Dia cuma overprotektif aja. Khawatir ada cowok yang sakitin aku lagi.” Pesan terkirim. Di tempat lain, Deon membaca balasan itu sambil bersandar di kursi kerjanya. Lampu meja menerangi laptop yang masih terbuka setengah, tapi fokusnya sudah hilang sejak tadi. Ucapan Toni beberapa hari lalu tiba-tiba terlintas lagi di kepalanya. Mbak Niva baru patah hati. Deon terdiam beberapa s

