Bab 8. Debut

1479 Words

Gedung pertemuan itu tampak megah dengan pilar-pilar tinggi dan lampu kristal yang membiaskan cahaya keemasan. Saat kaki jenjang Niva yang dibalut high heels perak melangkah keluar dari Mercedes, suasana seolah mendadak hening. ​Farina, yang sudah menunggu di lobi dengan gaun merah menyala, sempat mematung. Senyum "tuan rumah"-nya goyah selama dua detik sebelum ia berhasil menguasai diri. Niva benar-benar menjelma menjadi sosok yang berbeda; ia tidak lagi tampak seperti gadis minimarket, melainkan seorang debutante dari keluarga terpandang yang baru kembali dari sekolah asrama di Swiss. ​"Wah, Ez... kamu benar-benar kasih keajaiban pada Niva," bisik Farina saat mereka berjalan masuk ke ruang perjamuan. ​Ezkar hanya mengangguk, namun matanya terus mencuri pandang ke arah Niva. Ia takju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD