Ketika aku tiba di La Vista KTV, Martin sudah menunggu dengan cemas di depan pintu. “Kevin, apa kamu sudah membawa uangnya?” “Sudah.” Aku menepuk tas ranselku. “Kalau begitu ayo cepat tebus pacarku!” Martin terlihat sangat cemas seperti semut kepanasan. “Tunggu sebentar, mereka ada berapa banyak?” Jika aku mengetahui kondisi musuh, mungkin aku bisa memenangkan pertarungan ini. “Ada tujuh atau delapan orang. Bos mereka bernama Shar Pei, dia bekerja dibawah Kak Rama. Tempat-tempat hiburan di sekitar sekolah semuanya memang di bawah kendalinya, dan sekarang pacarku di tahan oleh mereka.” “Baiklah, kalau begitu ayo masuk.” Ketika aku mengetahui bahwa mereka bekerja dibawah Kak Rama, aku merasa tidak perlu khawatir, “Aku akan masuk ke dalam ruangan untuk memberikan uangnya. Kamu ikut di b

