Ayla kembali lagi bersekolah, teman-temannya yang kemaren menertawakannya sudah meminta maaf secara pribadi kepada Ayla atas suruhan Kina.
Kina memarahi teman-temannya dan memberikan ceramah gratis di kelas memberikan pencerahan kepada teman-temannya agar tak menyinggung perasaan orang lain.
Kina jika sudah marah jangan ditanya lagi, mungkin valak pun tak berani lagi dengan Kina, makanya teman-teman Ayla meminta maaf kepada Ayla atas kelakuaannya kemaren, dengan mudah Ayla memaafkan karena ia tak pendendam.
Setidaknya Ayla bisa masuk kelas lagi tanpa rasa malunya, tapi ada satu orang yang tak meminta maaf kepada Ayla, yaitu Tusa. Bahkan gadis itu hanya acuh tak acuh kepada Ayla, padahal dia yang paling keras menertawakan Ayla kemaren.
Tari dan gengnya masuk ke dalam kelas Ayla, ia langsung berdiri di depan papan tulis untuk mengumumkan sesuatu.
"Hai Guys! Jadi besok adalah ulang tahun gue, jadi gue dengan berbaik hati mengundang kalian semua," ucap Tari dan teman-teman segengnya langsung membagikan kartu undangan kepada Ayla dan teman-teman sekelas Ayla.
"Jangan lupa datang ya Guys!"
Lalu Tari beserta gengnya keluar dari kelas Ayla.
"Na, lo datang gak?" tanya Ayla.
"Gue diajakin Kak Jaya datang sih, soalnya Kak Jaya kan juga diundang," jawab Kina.
"Yaudah, kalau kak Alyo pergi gue juga ikutan deh," ucap Ayla.
"Bukannya Kak Alyo ntar perginya sama Angel ya?" tanya Kina, kan Alyo sudah punya pacar.
"Ehm iya sih, yaudah gapapa gue bareng mereka aja," ucap Ayla.
"Awas ntar jadi nyamuk loh, Ay!" ucap Kina terkekeh.
"Ya eng-gak lah," jawab Ayla ragu, ia tak mampu jika harus menjadi orang ketiga diantara Alyo dan Angel.
***
Hari ini adalah pertandingan lomba basket antara SMA NUSA BANGSA yang merupakan sekolah Alyo dan Ayla melawan SMA JAYA TIMUR.
Alyo sudah mempersiapkan diri untuk perlombaan ini, ia sudah berlatih bersama teman-teman setimnya.
Pertandingan diadakan memang di SMA NUSA BANGSA. Karena, sekolah ini merupakan pemenang lomba basket tahun lalu.
Sorak sorai penonton menggema memekakkan telinga, semua penonton berteriak menyemangati nama sekolah mereka, tentu saja SMA NUSA BANGSA.
Namun, para pendukung SMA JAYA TIMUR juga tak kalah banyak, mereka membawa penonton sekaligus supporter untuk sekolah mereka.
Ayla memilih duduk di barisan tengah-tengah penonton bersama Kina dan Angel.
"Lo bawa apa, Ngel?" tanya Ayla melihat Angel membawa kantong kresek.
"Oh ini, air minum untuk Alyo," jawab Angel.
Ayla ber'oh' ria lalu pandangannya kembali memandang ke lapangan, pertandingan akan segera dimulai.
Bunyi peluit tanda permainan dimulai langsung menggema, tim Alyo langsung berpencar untuk membagi strategi cara memasukkan bola basket itu ke ringnya.
Alyo mengiring bola basket itu membuat teriakan cewek-cewek pecah memekakkan telinga, bahkan dari SMA lawan pun berteriak tak kuat melihat pesona Alyo.
"ALYOOO!"
"ALYO SEMANGAT!"
"AYO MASUKIN BOLANYA!"
"AYO MASUKIN AKU KE HATI KAMU!"
BUJUBUSETT.
Alyo menggelengkan kepalanya mendengar teriakan-teriakan penggemarnya yang sudah biasa Alyo dengar.
Alyo melompat memasukkan bola basket itu ke keranjangnya dengan sempurna.
Tepuk tangan serta teriakan siswi-siswi menggema, apalagi melihat peluh Alyo yang terkena sinar matahari menampakkan mukanya terlihat tampan dan sexy.
Lagi dan lagi Tim Alyo berhasil memasukkan bola ke dalam keranjangnya, Tim lawan juga tak menyerah mereka mencoba menghalangi dan menarik bola yang ada di tangan Alyo, namun dengan lincahnya Alyo menghindar.
Tindakan gesit Alyo semakin membuat siswi-siswi histeris, bahkan ada yang sudah muntah-muntah akibat teriak terlalu keras, dan ada juga yang kejang-kejang karena tak kuat melihat gerakan Alyo bermain.
Shoot
Shoot
Shoot
Alyo terus memasukkan bola itu ke dalam keranjangnya tak membiarkan satu orang lawan pun merebut darinya.
Setelah lama bertanding akhirnya, SMA NUSA BANGSA berhasil mengalahkan SMA JAYA TIMUR walaupun berselisih tak terlalu jauh.
Sorakan dari siswa dan siswi SMA NUSA BANGSA langsung menggema, mereka berteriak senang merayakan kemenangan mereka.
Setelah selesai, Alyo langsung dikerubungi oleh fans-fansnya untuk memberikan sebotol air mineral yang tak boleh disebutkan mereknya kepada Alyo.
Alyo yang memang sedang kepanasan ditambah lagi dikerubungi seperti itu mengambil semua air mineral itu dan membagikan kepada teman-temannya.
Alyo menunggu seseorang yang memberikan minuman kepadanya, ia sama sekali belum minum air karena menunggu air spesial dari seseorang.
"Karak, ini airnya," nah akhirnya datang juga.
Alyo tersenyum senang, lalu mengambil botol mineral itu dari Angel.
"Makasih Karo!" ucap Alyo dengan senang hati.
"Iya," jawab Angel.
"Kali ini gue gabakal sebutin lagi merek nih air mineral gue kagak bakal sebutin kalau air ini mereknya Aqua, gak bakal gue sebutin ingat itu."
Ucap Alyo di dalam hati, lalu meneguk air itu sampai habis.
"Kak, ini saputangan untuk lo," ucap Ayla menyodorkan saputangan kepada Alyo.
"Makasih Ay, tau aja gue keringetan," ucap Alyo.
Namun Alyo tak mengambil saputangan itu dari Ayla, gadis itu langsung paham, lalu tangan Ayla langsung bergerak menghapus keringat di wajah Alyo.
Alyo menatap Ayla yang melap keringat di wajahnya, gadis itu yang merasa ditatap intes seperti itu oleh Alyo menjadi salah tingkah.
"Ayla," ucap Alyo menahan tangan Ayla yang masih berada di wajahnya.
Alyo menatap mata Ayla begitupun dengan gadis itu, dunia bagaikan milik berdua, Angel yany berada di situ dan teman-teman Alyo yang lain hanya menatap saja apa yang dilakukan kakak beradik itu.
"Makasih," ucap Alyo tersenyum di depan muka Ayla.
Ayla langsung membuang mukanya, ia tak mau jika Alyo melihat pipinya yang sudah merah merona.
"Kak Alyo emang jago bikin jantung gue cenat cenut," ucap Ayla di dalam hatinya.
***
Hari ini adalah Sabtu, dan malam ini adalah sabtu malam, yah malam minggu teruntuk orang yang berpacaran.
Jangan sedih jangan bimbang, bagi jomblo anggap saja sekarang sabtu malam.
Ayla memutuskan pergi ke acara ulang tahun Tari, karena Alyo juga ikut. Tak mungkin Ayla tak datang sedangkan ini adalah acara anak muda.
Alyo dan Ayla pergi bersama, yang tetunya pergi bersama Angel juga, Alyo menjemput pacarnya itu dahulu sebelum ke rumah Tari.
Setelah menjemput Angel, Alyo menjalankan mobilnya kembali menuju rumah Tari.
"Hai sayang, akhirnya kamu datang juga, makasih ya," ucap Tari yang akan bersalaman pipi dengan Alyo namun pria itu langsung menolak.
"Wes santai Bro, gue bawa pacar gak bisa gitu dong," ucap Alyo membuat Tari manyun.
Alyo melewati Tari begitu saja lalu melenggang masuk ke dalam rumah Tari yang sudah ramai diisi teman-temannya.
Acara ulang Tahun Tari sengaja dibuat malam hari karena jatohnya jam 00.00 nantilah ulang tahun gadis itu tepatnya.
Maka dari itu, Tari sengaja mengundang teman-temannya jam 9 malam, agar bisa menikmati pesta sampai ke penghujung acara.
Namun, Tari malah menyediakan minuman keras kepada tamu-tamu ayahnya yang juga datang, jadi sudah banyak teman-teman ayah Tari yang berjoget dalam keadaan mabuk.
Teman-teman cowok Tari juga ada yang diam-diam mengambil alkohol untuk menikmatinya.
Alyo diajak temannya untuk mencicipi minuman keras itu namun Alyo menolak keras, ia tak pernah minum dan tak akan pernah mencicipi minuman haram itu.
Alhasil sudah banyak orang yang mabuk di rumah Tari, mungkin sudah 3/5 tamu yang sudah mabuk, dan merambat ke sana sini.
Ayla memegang lengan Kina, merasa ngeri melihat orang yang mabuk-mabukan.
"Jangan sampai deh Kak Alyo ikutan minum," ucap Ayla cemas, ia celingak-celinguk mencari keberadaan kakaknya itu. Memang tadi Ayla berpisah dari Alyo karena ia ingin bertemu dengan Kina.
"Bentar Na, gue mau nyari kak Alyo dulu," ucap Ayla pergi dari situ tak menghiraukan teriakan Kina.
"Jangan pergi sendiri Ay," Kina segera mengejar Ayla namun seseorang menghadangnya, Kina sudah kehilangan jejak, dengan berani Kina menendang pria yang sudah mabuk itu.
Ayla berlari mencari keberadaan Alyo, ia menyesal tak membawa hpnya dan malah ia tinggalkan di mobil.
Rumah Tari juga sangat besar, Ayla jadi kesusahan mencari Alyo dimana, Ayla semakin khawatir jika Alyo sampai mabuk-mabukan, bisa habis Alyo oleh papanya jika memang pria itu berani meminum.
Tiba-tiba tangan Ayla ditarik oleh seseorang, Ayla mencoba memberontak namun seorang pria itu malah membekap mulut Ayla dan terus membawa gadis itu bersamanya. Ayla meronta-ronta namun percuma saja tenaga pria itu lebih kuat darinya.
Ayla dibawa ke dalam ruangan berbentuk gudang yang remang-remang, Ayla tak dapat melihat dengan jelas wajah pria yang telah membawanya ke sini.
"Ahahaha, hai cantik," ucap pria itu terdengar mengerikan di telinga Ayla, namun Ayla seperti mengenal suara itu.
Dari bahu parfumnya Ayla mengetahui siapa orang itu, dia adalah Viki, Ayla tak akan salah lagi.
"Vik, lo ngapain bawa gue ke sini Vik, lepasin gue Viki," ucap Ayla sedikit berteriak.
"Ssstt, cantik jangan berisik sayang," ucap Viki dalam keadaan mabuk.
Ayla dapat merasakan bau bafas Viki yang sudah bercampur dengan alkohol, Ayla menjadi ketakutan, bulu kuduknya tiba-tiba berdiri, tidak ada siapa-siapa di sini, Ayla takut jika Viki berbuat macam-macam dengannya.
Ayla melebarkan matanya karena melihat Viki yang melepaskan jas yang dipakainya, Ayla semakin ketakutakan bibirnya sudah bergetar jantungnya berguncang tak karuan.
"TOLONG!" teriak Ayla.
"KAK ALYOO! TOLONGIN AYLA!"
"KAK ALYO!"
"KAK ALYO, AYLA DI SINI KAK, HIKS!"
"DIAAM!" bentak Viki membuat air mata Ayla semakin mengalir.
"VIKI SADAR VIK, LO LAGI MABUK LO HARUS SADAR!" teriak Ayla, tiba-tiba...
PlAAKK
Pipi Ayla terasa memanas akibat tamparan dari Viki yang membuat mukanya terhempas ke samping.
Ayla semakin terisak, rasa panas di pipinya semakin terasa sakit, Ayla hanya mampu menangis dan berdoa ada seseorang yang menolongnya keluar dari sini.
"Lo jangan macam-macam, Vik!" ucap Ayla takut.
Viki semakin mendekati Ayla lalu tangan pria itu menarik lengan baju Ayla hingga robek. Ayla semakin menangis kencang tak tahu berbuat apa lagi.
"KAK ALYOO!" teriak Ayla lagi.
PLAAKK
"ARHHH."
Viki kembali menampar pipinya, Ayla merintih kesakitan.
Viki kembali menarik lengan baju Ayla dan merobekkan baju gadis itu, Ayla mencoba menutupi badannya, Ayla tak bisa lari lagi karena Viki sudah memojokkannya ke dinding.
Dalam hati Ayla masih berdoa semoga ada seseorang yang menyelamatkannya.
Ayla tak ingin hidupnya berakhir di sini.
Viki mendekatkan mukannya ke muka Ayla, lalu mencium pipi gadis itu membuat Ayla semakin mengeraskan tangisannta.
Ayla menghapus jejak ciumab Viki di pipinya. Lalu Viki menarik tangannya menghempaskan gadis itu ke lantai, Ayla merasa remuk di sekujur badannya. Viki sudah berada di alam bawah sadarnya.
Ayla hanya mampu menutup matanya, berharap jika ini hanyalah mimpi buruknya.
Viki membalikkan badan Ayla untuk menghadap ke arahnya namun tiba-tiba...
BRAKKK
BUGH
BUGH
BUGH
"BRENGSEKK!!!"
Ayla sangat bersyukur seseorang akhirnya datang menyelamatkannya, dan siapa lagi yang menjadi malaikat penyelamat Ayla, yang tak lain dan tak bukan adalah Alyo.
Alyo datang tepat waktu, tentu saja. Alyo menghajar Viki dengan membabi buta sampai akhirnya pria itu tergeletak tak sadarkan diri.
Alyo menghampiri Ayla yang masih syok, gadis itu terduduk menutupi badannya, bagian atas baju Ayla sudah terbuka untung saja Ayla bisa menutupi badannya.
Alyo segera membuka jasnya lalu membaluti badan gadis itu untuk menutupinya, Ayla segera berhemburan memeluk Alyo, ia sangat ketakutakan tangannya masih bergetar, Alyo membalas memeluk Ayla erat.
"Maaf!"
"Maaffin gue Ay!"
"Maaf sayang."
Ucap Alyo tak henti-hentinya membisikkan kata maaf kepada Ayla, karena tak bisa menjaga Ayla dengan baik.
Alyo langsung mengangkat badan adiknya itu lalu membawa keluar dari gudang gelap itu.
Alyo menggendong badan Ayla membelah kerumunan teman-temannya yang penasaran dengan apa yang terjadi, Alyo tak menggubris, ia tetap berjalan menatap lurus ke depan dengan tatapan datar membawa Ayla yang menyembunyikan kepalanya ke d**a bidang pria itu.
Banyak pujian yang Alyo dapatkan karena berhasil menyelamatkan Ayla, dan banyak juga yang menghujat Ayla karena hampir diperkosa oleh Viki.
Namun semua hinaan itu langsung diberantas oleh Kina yang jadi tameng Ayla.
Kina tak segan memarahi orang-orang yang menghina sahabatnya.
Dan malam itu berlalu sangat panjang bagi Ayla, ia bersyukur Alyo selalu ada untuknya selalu menyelamatkannya dan selalu di sampingnya.
****