Terlambat

1583 Words
Ayla menutup pintu kamarnya ia juga menguncinya, Ayla ingin sendiri, ia tak mau ada yang mengganggunya. Ayla menelungkup di atas kasurnya, air mata gadis itu mengalir membasahi bantal, perasaannya sakit sekali. "Kak Alyo jahat..." "Dia gak ngangkat telpon gue, malah asik-asikan sama cewek lain." "Gue benci sama lo, kak!" Ayla membenamkan mukanya, namun pertanyaan di otaknya membuat Ayla bangkit. "Kenapa gue sedih gini ya? Emangnya Kak Alyo pacar gue yang selingkuh sama cewek lain gitu?" "Eh kok gue jadi gila gini sih?" "Ngapain gue mesti sakit hati sedangkan mereka berdua sedang tertawa bersama." "Ah AYLA g****k!" Ayla memukul-mukul kepalanya, rasanya Ayla menjadi orang paling bodoh di dunia ini, hanya karena Alyo pacaran masa Ayla yang seperti orang tersakiti. Hello! Alyo itu kakaknya Ayla, mereka saudaraan, kenapa jadi seperti cinta segitiga dan dia orang paling menyedihkan? BIG NO! Ayla menghapus kasar air matanya, mulutnya tak berhenti mengumpat kesal. "Ay, buka pintunya dong! Inu gue Alyo!" panggil suara dari balik pintu kamar Ayla. "Hufft!" Ayla mengambil nafas lalu menghembuskan nafasnya kasar. "Kenapa tadi gue emosional banget ya? Dikit-dikit nangis, marah, ah apa sih gue." "Ay buka pintunya dong!" teriak Alyo lagi. Ayla bergegas turun dari kasurnya lalu membukakan Alyo pintu. Alyo menyelonong masuk ke kamarnya lalu pria itu dengan santai membaringkan badannya di kasur Ayla. "Tau gak Ay? Gue lagi sennneng banget," ucap Alyo, Ayla mendesis pelan pasti bahagia karena sudah pacaran dengan Angel, dengus Ayla dalam hati. "Seneng kenapa?" tanya Ayla basa-basi. "Gue dapet give-away Iphone 11-pro." Mata Ayla melebar sempurna, jadi Alyo bahagia karena mendapatkan Give-away? Bukan karena pacaran sama Angel? "Hah seriussan?" "Ya kagak lah, sejak kapan orang ganteng kayak gue ikut-ikut begituan." Ayla mendengus, ternyata Alyo susah ditebak. "Terus, senang kenapa?" "Gue jadian sama Angel, caillah gue gak jomblo lagi, ingat itu." Ayla memutar bola matanya malas, benar kan dugaannya? Alyo sangat bahagia pacaram dengan Angel. "Tapi bukan itu faktor bahagia gue yang pertama," ucap Alyo, Ayla tak menoleh ke arah Alyo ia menatap ke arah lain. "Gue bahagia banget karena dapat tiket nonton film bareng lo, Ay!" Ayla langsung menoleh ke arah Alyo. Perlahan bibir Ayla mengembangkan senyuman. "Tau gak? Gue sengaja bolos sekolah karena berjuang dapetin tiket nonton film kesukaan kita yang akan tayang besok, beuh rame benner antriannya, gue 4 jam nunggu akhirnya dapat tuh tiket, walaupun gue capek banget tapi gapapa yang penting tiketnya ada di tangan gue!" Brukk Ayla tanpa aba-aba langsung berhamburan memeluk badan Alyo, membuat si empunya terkejut. "Makasih ya Kak, udah dapetin tiket nontonnya," ucap Ayla masih memeluk Alyo. Sebenarnya bukan karena tiket Ayla bahagia, ia sangat senang ternyata kebahagiaan utama Alyo adalah mendapatkan tiket nonton untuk dirinya, Ayla bahagia bukan main, Alyo sampai segitunya. "Tapi, kenapa harus nonton besok? Kan masih banyak hari yang lain?" tanya Ayla melepaskan pelukannya. "Kalau kita besok nonton dapat gratis totebag dari bioskopnya, karena besok hari ulang tahun bioskop itu, dapat potongan 75% lagi beli tiketnya." "Hem gitu, yaudah besok kita nonton Yey, makasih Kak!" "Eh tapi, kenapa lo ke rumah Angel?" tanya Ayla, bunda Angel bilang Alyo mengantarkan Angel pulang ke rumahnya. "Lo jangan bilang ke siapa-siapa yah, jadi tadi itu gue sengaja nganterin si Angel pulang biar bisa bolos, abis gue anterin ke rumahnya, gue pergi ke bioskop beli tiket, nah sorenya gue balik lagi ke rumah si Angel karena Hp gue ketinggalan," jelas Alyo. Jadi, tadi Ayla menelpon Alyo bukan karena Alyo tak mengangkatnya? Tapi karena hp Alyo ketinggalan? Oh Ayla, dia sudah salah paham dengan kakaknya sendiri. "Oh gitu," jawab Ayla. "Kata Bunda si Angel lo tadi ke rumahnya? Kok gue gak tahu?" Mampus. Gak mungkin kan Ayla bilang jika ia menyelidiki Alyo dan Angel diam-diam. "Ehm i-iya bentar doang cuma ngecek keadaan si Angel, ta-tapi si Angelnya gak ada gue pulang aja sama Kina," jawan Ayla mencari alasan. "Ada kok, si Angel sama gue di halaman belakang rumahnya." "Ya mana gue tau, gue cuma di ruang tamunya aja abis itu gue pulang." "Oh, yaudah deh gue mau ke kamar dulu, mau mandi," ucap Alyo bangkit. Alyo mengacak-ngacak rambut Ayla membuat gadis itu kesal, namun diam-diam Ayla tersenyum senang. Benar kata Kina, Alyo tak mungkin berubah. *** Pagi kembali menyambut hari-hari Ayla, pagi ini Ayla bersemangat ke sekolah karena sepulang sekolah nanti Ayla dan Alyo akan nonton film bareng. Alyo dan Ayla menyukai film Action yang berjudul Bad Boys for Life. Salah satu film yang mereka nanti-nantikan. "Ay, gak mau sarapan dulu?" tanya Fira. "Gak Ma, Ayla sarapan di sekolah aja." "Yaudah, hati-hati ya!" "Iya Ma!" Alyo merangkul Ayla keluar rumah dan masuk ke dalam mobil berangkat ke sekolah, namun Alyo membelokkan arah tak menuju ke sekolahnnya. "Kita mau kemana kak?" tanya Ayla heran. "Gue mau jemput si Angel dulu, mumpung masih pagi," jawab Alyo. Hell! Ayla mau berangkat pagi-pagi begini karena ia tak sabar menceritakan kepada teman-temannya jika ia dapat tiket nonton. Kenapa Alyo malah memperlambat wakti menjemput Angel segala. Sepagi ini mood Ayla sudah hilang, ia tak lagi ceria seperti tadi. "Bentar ya, gue mau samperin si Angel dulu," ucap Alyo keluar dari mobilnya. Alyo mengetuk pintu rumah Angel, namun bukan Angel yang keluar melainkan bundanya. "Eh Nak Alyo, ayo masuk." "Makasih Bun, Alyo cuma mau jemput Angel Bun, Angelnya ada kan Bun?" "Yah, kamu telat Nak, Angel baru aja pergi ke sekolah," jawab bunda. "Yaudah Bun, Alyo berangkat ya takut telat," ucap Alyo menyalami tangan bunda Angel. Seperti ada sengatan listrik yang Alyo rasakan ketika ia mencium punggung tangan bunda Angel, begitupun yang dirasakan oleh bunda Angel. Perasaan apa ini? Apa perasaan calon menantu dan calon mertua? Sepertinya perasaan ini lebih dari itu, tapi Alyo tak memikirkannya. "Assalammualaikum Bun." "Waalaikumussalam." Bunda Angel memperhatikan Alyo yang sudah masuk ke dalam mobil. "Anak itu seperti mirip seseorang!" lirih bunda Angel. *** Di tengah perjalanan menuju sekolah tiba-tiba mobil Alyo berhenti mendadak. "Kenapa nih kak?" tanya Ayla. "Kayaknya mogok deh, Ay!" "APA?" teriak Ayla. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Lima belas menit lagi jika belum sampai di sekolah mereka pasti terlambat. "Bentar, gue cek dulu yah," ucap Alyo lalu turun dari mobil. Ayla menghentakkan kakinya kesal, ini semua gara-gara menjemput Angel eh orang yang dijemput malah tidak ada. Salah Alyo juga yang tak menghubungi Angel terlebih dahulu sebelum menjemputnya. Alyo memperbaiki kabel yang menurutnya lepas dari mobilnya, setelah itu Alyo mencoba menghidupkan mobilnya kembali. 3 percobaan akhirnya mobil Alyo hidup kembali, Alyo buru-buru menjalankan mobilnya. "Kayaknya udah lama gak diservice deh nih mobil," ucap Alyo. 5 menit lagi, jika mereka tak sampai di sekolah sudah pasti mereka berdua dihukum. "Ay, pegangan yah, gue mau ngebut nih!" suruh Alyo. Ayla mengangguk pelan, lalu Alyo mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Yang terpenting adalah mereka tidak terlambat. Akhirnya Alyo dan Ayla sampai di sekolah, dan mereka telat 1 menit, untung saja pintu gerbang masih dibukakan oleh Pak Satpam. "Ay, lo lewat pintu samping cepat!" suruh Alyo karena tidak ada waktu lagi. Jika Ayla lewat pintu depan maka ia akan mendapat hukuman. Alyo sengaja memberhentikan mobilnya di pintu samping, di sana bisa tembus ke kelas Ayla. "Tapi lo gimana kak?" "Udah, cepetan masuk urusan gue belakangan." Ayla mengangguk saja, lalu ia turun dan berlari masuk dari pintu samping. Alyo langsung menghidupkan kembali mobilnya dan menjalankan sampai parkiran, yah Alyo hanya pasrah jika ia akan dihukum. *** Kucing... Kambing... Bangke... Dedemit... Itulah u*****n yang sejak tadi disebut oleh Alyo. Sekarang Alyo, cowok ganteng katanya, sedang berdiri di depan toilet memegang pel buluk yang kayaknya gak pernah diganti sejak zaman Jahiliyah. "Nih anak-anak makan apa ya, bau nih kloset asem-asem pahit, ini pasti pada makan jengkol dicampur pete nih." "Huh, nasib-nasib cowok ganteng, gimana kalau nanti ada yang liat, cowok seganteng gue ngepel nih toilet?" "Bisa turun derajat gue sebagai cowok ganteng perisa apel gini." "Lagian tuh guru lebay banget, masa gara gara gue telat hanya 26 kali dalam sebulan pake disuruh ngepel toilet segala, yaelah baru juga 26 kali pake dihukum segala! Nah, karna kepintaraan gue selama 26 kali gue telat baru sekali ini nihh gue ketauan sama Pak Botak." Alyo dengan ogah-ogahan mengepel lantai toilet itu sampai bersih. Alyo juga menyiram WC itu dengan air yang dicampur sabun pewangi agar bau tak sedap itu hilang. "Cowok cuiit-cuiitt!" panggil seseorang dari belakang Alyo. "Cowok, godain aku dong!" panggilnya lagi namun Alyo hanya menghela nafas pasti itu hanya fans alaynya. "Yaelah tuh cewek pake minta digodain segala, kalau cantik sih gapapa, tapi kalau gak gue masukin ke bak ini lo!" ucap Alyo masih sibuk menyiram WC. "Ish, masa cewek secantik gue dianggurin sih!" teriak kesal seseorang dari belakang, sepertinya Alyo mengenal suara itu, Alyo pun menoleh ke belakang. "Eh lo Ay, hati-hati lantainya agak lic--" ucapan Alyo terpotong karena Ayla yang sudah melangkah masuk ke dalam toilet. "AAA!" Ayla berteriak terkejut karena lantai yang ia injak licin membuat sepatunya hampir terpeleset namun sebelum itu, Alyo segera menangkap badan Ayla. Ayla memejamkan matanya tak bisa membayangkan jika bongkongnya bertemu lantai toilet, namun Ayla tak merasakan apa-apa, Ayla perlahan membuka matanya, yang pertama kali dilihatnya adalah mata Alyo yang sedang menatap matanya. Saling bertatapan, keduanya tak berkedip, jantung Ayla berdetak sangat kencang, Ayla segera menegakkan badannya lalu membuang muka agar tak melihat mata Alyo. "Apansih tatap-tatapan kayak sinetron aja!" ucap Ayla. "Walaupun kayak sinetron, tapi rasanya sama kan?" goda Alyo, ia dapat melihat pipi Ayla merona saat bertatap-tatapan dengannya tadi. "Ish, apannsih Kak!" "Lo ngapain ke sini? Udah sana aja belajar," tanya Alyo. "Gue kepikiran sama lo kak, pasti lo dihukum gara-gara telat." jawab Ayla. "Makasih ya Kak, lo udah nolongin gue," ucap Ayla tersenyum ke arah Alyo. "Sama-sama Ay, itu udah jadi tanggung jawab gue kok sebagai kakak lo, biar gue aja yang kena hukum lo nya jangan, udah sana kembali ke kelas," suruh Alyo. "Makasih kak sayang!" Cupp Ayla tiba-tiba mencium pipi kiri Alyo, pria itu mematung sebentar ia tak menyadari jika Ayla sudah berlari meninggalkan toilet. Alyo tersadar lalu mengelus pipinya yang dicium Ayla tadi, bibir Alyo tersenyum kecil. "Jadi gini rasanya dicium adek sendiri," ucap Alyo tersenyum senang. Ciuman Ayla membuat ia semangat, Alyo segera menyelesaikan hukumannya karena perut Alyo sudah mendemo minta makan, apalagi tadi Alyo tak sempat sarapan. "Huft akhirnya selesai juga!" Alyo segera mencari Pak Tono memberitahu tugasnya sudah selesai, Pak Tono membiarkan Alyo pergi ke kelas, namun pria itu tak ke kelas, kakinya melangkah ke kantin karena sudah kelaparan. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD