Dengan langkah cepat Salfa dan Hani menelusuri lorong rumah sakit. Air mata Salfa terus mengalir, dia sangat takut akan hal buruk yang menimpa papanya sekarang. Dia pun terus menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang keluarganya alami. Dan sekarang mereka berdua telah sampai di depan pintu ruangan papa Salfa. Tapi entah mengapa ada hal yang membuat Salfa sulit untuk membuka pintu tersebut. “ Ayo masuk fa.” Ajak Hani. Bukannya ikut masuk, Salfa berbalik dan pergi dari sana. Hani pun memanggilnya dan mengejarnya. “ Fa … kamu mau kemana fa. Fa.” Ucapnya yang berhasil mencegah Salfa. “ Aku ngga pantes masuk Han, semua ini karena aku. Karena aku papa seperti ini Han. Aku yang membuat keluargaku hancur, aku sendiri yang menghancurkan mereka Han.” Ucapnya yang langsung luruh ke lantai karen

