Devan yang sedang bersiap-siap ke kantornya waktu itu sedang sibuk memasang dasi dan juga menyiapkan beberapa berkas untuk rapat pagi ini. Dia juga tidak lupa untuk menengok ke kamar sebelah yang di mana gadis bodoh yang semalam harus dia tunggu sampai tertidur harus bersekolah pagi ini. "Alya! Nggak sekolah?" Gadis itu melenguh dan menarik selimutnya lebih atas lagi saat Devan menurunkannya tadi. "Bentar lagi, Pak," Devan menggeleng dan langsung menarik Alya hingga gadis itu terbangun dengan keadaan rambut yang begitu berantakan. "Aaaah, bentar lagi kenapa sih, Pak?" keluh Alya yang saat ini membuat Devan berdecak kesal. "Mau sekolah apa nggak?" Alya yang sedang mengucek matanya kemudian mengikat rambutnya dengan karet gelang dan menatap Devan pagi itu. "Nggak," "Kenapa?" Alya yan

