Labeldo - 16

4278 Words

“Lebih baik kau diam dulu, Sakugo,” kata Karlia dengan suaranya yang begitu halus dan menenangkan. “Aku tidak bisa fokus sekarang.” Rambut panjang perempuan itu terumbai-umbai saat dirinya berlari dengan menarik lengan kanan Sakugo untuk mengikutinya. Sementara dua kakinya sekuat tenaga berlari kencang, kedua mata Karlia tertutup rapat dan bibir tipisnya yang imut tengah mengucapkan sebuah mantra yang entah apa itu. Dalam sekejap, kepala Sakugo tiba-tiba pening, rasanya seperti pusing tujuh keliling sampai akhirnya, badannya tumbang dan ambruk begitu saja ke permukaan tanah. Karlia menghentikkan pergerakannya dan melepaskan tangan Sakugo dari genggamannya. Gadis itu memandangi Sakugo yang sedang terbaring lelap di permukaan tanah, bola-bola matanya yang tajam menyoroti tiap lekuk dari waj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD