Labeldo - 15

4815 Words
Melakukan sesi istirahatnya, Karlia memilih untuk berdiam diri di kamarnya dengan menonton serial menarik di laptopnya, dengan tubuh mungilnya yang persis seperti gadis berusia 13 tahun, ia berbaring santai dengan mengunyah keripik kentang dan sesekali menyeruput minuman botol bersoda. Menurutnya, itu adalah surga dunia, karena itu adalah momen ketika dia tidak memikirkan apa pun dan hanya fokus pada kenikmatan duniawi yang sangat menyenangkan. Seharusnya dia harus memperbanyak kegiatan santai seperti ini untuk kesehatan mentalnya, tapi dia juga tidak ingin berakhir menjadi pemalas yang anti sosial dan selalu mengurung diri di kamar seperti manusia gagal. Dia tidak ingin menjadi seperti itu, karena itulah dia membatasi momen malas-malasannya dan hanya dilakukan di waktu yang memang sangat dibutuhkan, contohnya seperti di saat dirinya sedang banyak pikiran dan lelah secara mental. Pilihan yang sangat bagus jika dia mencoba bermalas-malasan sejenak di kamarnya. Selain kegiatan malas-malasan, Karlia juga terkadang melakukan eksperimen di dapurnya untuk sekedar mengalihkan pikirannya dari rasa lelah atau kenegatifan, seperti contohnya membuat masakan originalnya sendiri yang sangat lezat dan mewah, atau menyajikan minuman beresensi tinggi dan terkesan glamor, itu adalah salah satu hobinya yang sering dia lakukan di kala senggang. Banyak sekali karya yang telah Karlia dapatkan dari hobi-hobi uniknya tersebut, terutama terkait dengan masak-memasak, dia pernah tidak sengaja menciptakan hidangan ala dunia barat atau dunia timur, dan itu benar-benar membuat semua orang kagum, juga rasanya yang tidak kalah luar biasa, cukup untuk membuat masakannya diberikan penghargaan yang bergengsi dan membuat namanya jadi sangat fenomenal. Oke, sebagian besar itu hanyalah khayalan semata dari Karlia, tapi sebagian kecilnya, memang benar. Selain dua hal itu, terkadang Karlia juga mengalihkan pikirannya dengan berkebun di kebun halaman belakang rumahnya sendiri, meskipun itu sudah menjadi rutinitas hariannya, tapi itu bisa berguna untuk dijadikan sebagai hobi dikala senggang. Bahkan Karlia ingat, dia pernah berkebun di tengah malam hanya karena salah satu antingnya hilang atau karakter favoritnya di serial televisi meninggal, biasanya Karlia akan langsung bersiap-siap mengalihkan pikirannya dengan pergi berkebun, tidak peduli saat itu tengah  malam sekalipun. Memang unik, tapi begitulah Karlia, dia memang merupakan gadis paling eksentrik di kotanya. Banyak sekali hal yang menarik dari sosok Karlia, dan itu harus diungkapkan, tapi karena dia saat ini sedang berperan menjadi seorang guru bagi murid pertamanya, yaitu Sakugo, yang juga merupakan anak dari sahabat dekatnya, itu membuat Karlia semakin mengurangi hobi-hobinya di rumah dan memfokuskan diri untuk mendidik dan membimbing Sakugo untuk menjadi labeldo yang mampu menggapai tujuannya. Menjadi seorang labeldo itu sangat tidak mudah, banyak sekali rintangan dan tantangan yang akan menghadang, bahkan terkadang, nyawa pun jadi terkesan sangat murah saking kejamnya saat seseorang masuk dan berada di dalam dunia bawah tanah. Karlia masih sangat ingat sekali dengan jelas saat dirinya pertama kali masuk ke dalam dunia bawah tanah, dia selalu menjerit-jerit ketakutan saat mendengar suara-suara aneh, atau  pun melhat bentuk-bentuk menyeramkan. Dia juga terkadang ditindas oleh labeldo-labeldo lain, dan selalu gagal dalam menjalankan misinya, terkadang Karlia selalu ingin bunuh diri saat dirinya berada di ambang kegagalan yang terus berulang selama bertahun-tahun. Meski banyak juga labeldo yang gagal sama seperti dirinya, tapi entah kenapa, kegagalan Karlia tidak sama seperti orang lain, karena meskipun mereka semua juga gagal, setidaknya mereka telah memasuki area-area yang lebih jauh dan kejam dari area yang dikunjungi oleh Karlia. Itu membuatnya jadi merasa rendah diri dan menganggap orang lain lebih tinggi derajatnya dari dirinya dan itu menimbulkan perundungan jadi semakin intens karena kepercayaan  diri Karlia sangat rendah dari orang-orang pada umumnya. Karlia pikir, Sakugo akan menjadi muridnya yang paling kuat dan bisa diandalkan, sehingga dia bisa percaya pada anak itu bahwa dia bisa melalui segala rintangan dan hambatan saat berada di dunia bawah tanah, tapi sayangnya, itu tidak terjadi seperti yang diharapkannya, sebab Sakugo menunjukkan tanda-tanda yang sebaliknya, dan itu cukup membuat harapan Karlia jadi pupus dan dia jadi agak terpukul pada hal itu. Entahlah, bahkan saat dirinya saat ini sedang duduk di depan ranjang di mana Sakugo sedang tidur di atasnya, dia hanya melamun sembari matanya memandangi wajah anak itu. Karlia memicingkan matanya dan menatap datar, dia juga menggeleng-gelengkan kepalanya dan memijat-mijat keningnya dengan letih. Sepertinya dia juga harus istirahat sejenak dari semua ini, dia harus mengalihkan pikirannya sejenak dari semua kekacauan ini. Melakukan sesi istirahatnya, Karlia memilih untuk berdiam diri di kamarnya dengan menonton serial menarik di laptopnya, dengan tubuh mungilnya yang persis seperti gadis berusia 13 tahun, ia berbaring santai dengan mengunyah keripik kentang dan sesekali menyeruput minuman botol bersoda. Menurutnya, itu adalah surga dunia, karena itu adalah momen ketika dia tidak memikirkan apa pun dan hanya fokus pada kenikmatan duniawi yang sangat menyenangkan. Seharusnya dia harus memperbanyak kegiatan santai seperti ini untuk kesehatan mentalnya, tapi dia juga tidak ingin berakhir menjadi pemalas yang anti sosial dan selalu mengurung diri di kamar seperti manusia gagal. Dia tidak ingin menjadi seperti itu, karena itulah dia membatasi momen malas-malasannya dan hanya dilakukan di waktu yang memang sangat dibutuhkan, contohnya seperti di saat dirinya sedang banyak pikiran dan lelah secara mental. Pilihan yang sangat bagus jika dia mencoba bermalas-malasan sejenak di kamarnya. Selain kegiatan malas-malasan, Karlia juga terkadang melakukan eksperimen di dapurnya untuk sekedar mengalihkan pikirannya dari rasa lelah atau kenegatifan, seperti contohnya membuat masakan originalnya sendiri yang sangat lezat dan mewah, atau menyajikan minuman beresensi tinggi dan terkesan glamor, itu adalah salah satu hobinya yang sering dia lakukan di kala senggang. Banyak sekali karya yang telah Karlia dapatkan dari hobi-hobi uniknya tersebut, terutama terkait dengan masak-memasak, dia pernah tidak sengaja menciptakan hidangan ala dunia barat atau dunia timur, dan itu benar-benar membuat semua orang kagum, juga rasanya yang tidak kalah luar biasa, cukup untuk membuat masakannya diberikan penghargaan yang bergengsi dan membuat namanya jadi sangat fenomenal. Oke, sebagian besar itu hanyalah khayalan semata dari Karlia, tapi sebagian kecilnya, memang benar. Selain dua hal itu, terkadang Karlia juga mengalihkan pikirannya dengan berkebun di kebun halaman belakang rumahnya sendiri, meskipun itu sudah menjadi rutinitas hariannya, tapi itu bisa berguna untuk dijadikan sebagai hobi dikala senggang. Bahkan Karlia ingat, dia pernah berkebun di tengah malam hanya karena salah satu antingnya hilang atau karakter favoritnya di serial televisi meninggal, biasanya Karlia akan langsung bersiap-siap mengalihkan pikirannya dengan pergi berkebun, tidak peduli saat itu tengah  malam sekalipun. Memang unik, tapi begitulah Karlia, dia memang merupakan gadis paling eksentrik di kotanya. Banyak sekali hal yang menarik dari sosok Karlia, dan itu harus diungkapkan, tapi karena dia saat ini sedang berperan menjadi seorang guru bagi murid pertamanya, yaitu Sakugo, yang juga merupakan anak dari sahabat dekatnya, itu membuat Karlia semakin mengurangi hobi-hobinya di rumah dan memfokuskan diri untuk mendidik dan membimbing Sakugo untuk menjadi labeldo yang mampu menggapai tujuannya. Mendapatkan penerimaan yang besar dan tulus dari Karlia, benar-benar membuat Sakugo merasa bahagia dan lega, setelah semua pertengkaran dan perang dinginnya dengan wanita berbadan mungil itu, kini pada akhirnya dia diterima juga dengan senang hati. Kepercayaan diri Sakugo semakin tinggi setelah menerima rasa percaya dari Karlia. Itulah esensi dan arti penting dari memiliki keluarga yang seharusnya, entahlah, karena telah lama tinggal di rumah Karlia, kini Sakugo menganggap Karlia adalah keluarganya, begitu juga sebaliknya, Karlia juga sudah menganggap Sakugo seperti layaknya adiknya, atau mungkin, anaknya sendiri. Setidaknya, mereka kini tidak sendirian lagi, mereka saling menemani dan saling menjaga juga saling melengkapi. Karlia tidak pernah menyangka rumahnya akan terasa hangat seperti ini sejak terakhir kalinya Sakugo menginjak dan masuk ke dalam rumahnya, padahal sebelumnya, dia selalu merasa rumah ini terasa sangat sepi dan dingin, tapi sekarangm semuanya telah berubah dan dia sangat senang bisa menemukan Sakugo berada dan tinggal di rumahnya bersamanya. Itu adalah hal paling terindah yang Karlia dapatkan dalam hidupnya. Untuk merayakan keberhasilan Sakugo yang telah lolos melewati tes-tes sulit yang diberikan oleh Karlia, mereka berdua sepakat untuk memanggang barbeque di halaman belakang rumah pada malam hari, dan ketika waktunya tiba, mereka langsung menyiapkan segalanya untuk memeriahkan pesta kecil tersebut. Meski itu hanya dilakukan oleh mereka berdua, tapi rasanya sangat seru dan menyenangkan, sebab Sakugo dan Karlia terus berceloteh dan berbicara banyak, membahas hal-hal sepele dengan penuh tawa dan kehangatan. Sembari mengobrol, mereka juga sibuk memanggang barbeque, dan sesekali mengunyah daging yang sudah matang. Itu adalah pesta yang sangat menyenangkan, juga malam yang sangat menghangatkan. Sakugo tidak pernah merayakan pencapaian-pencapaian dalam hidupnya dengan berpesta daging seperti ini, kalaupun dia merasa telah berhasil mencapai sesuatu, dia hanya senang dan puas, dan ya, hanya itu saja. Tapi lihatlah sekarang, dia sedang merayakan pencapaiannya yang telah lolos menghadapi berbagai tes dari Karlia, dan meskipun itu bukanlah hal yang begitu besar, tapi itu sangat berarti bagi hidupnya, terasa sangat istimewa dan spesial. Selain itu, Karlia juga mengatakan bahwa dia senang Sakugo bisa tinggal di rumahnya dan mau menerima dan bersedia untuk bergabung menjadi seorang labeldo dan mengikuti tes-tes sulit darinya, jujur saja, sulit sekali mencari orang yang mau bergabung menjadi seorang labeldo, kecuali jika orang tersebut memang ada kemauan yang besar dalam hatinya. Karena menjadi labeldo itu, seperti yang sudah Karlia jelaskan berkali-kali, sangat keras dan berbahaya, resikonya juga nyawa dan kematian yang tragis dan mengerikan, tapi jika kau berhasil meraih tujuannya, maka kau akan mendapatkan sesuatu yang sangat menakjubkan dan luar biasa, meskipun belum ada satu pun labeldo yang sampai ke tujuannya hingga sekarang. Bahkan, beberapa dari labeldo, banyak yang kecewa dan berhenti, tidak ingin dan menolak untuk melanjutkan tugas mereka karena merasa hanya buang-buang waktu saja, tapi itu wajar dan normal. Sebab hanya labeldo sejatinya lah yang dapat bertahan meskipun dia gagal berkali-kali. Suatu hari, setelah beberapa hari dari kejadian pesta malam barbeque, Sakugo meminta izin pada Karlia untuk pergi menonton pertandingan sepak bola di lapangan besar di dekat rumah, awalnya Karlia tidak mengizinkannya sebab beberapa hari lagi peresmian labeldo akan tiba dan ia tidak ingin sesuatu terjadi pada Sakugo, tapi karena Sakugo terus memaksa dan merengek, akhirnya Karlia mengizinkan anak itu untuk menonton, tapi dengan syarat, tidak boleh lebih dari 2 jam. Senang mendengarnya, Sakugo akhirnya pergi keluar dengan menegaskan bahwa dia tidak akan menonton lebih dari 2 jam, dan dia akan pulang tepat waktu. Karlia mengangguk dan berharap anak itu menepati janjinya. Namun, setelah menunggu selama 4 jam lebih, Sakugo tidak kunjung pulang dan Karlia kesal. Akhirnya, Karlia terpaksa pergi ke tempat Sakugo berada untuk membawa pulang anak itu dari sana, tapi setelah mencari dan menyusuri semua sudut di bangku penonton, dia tidak menemukan Sakugo di sana. Karlia heran dan mulai berpikir, kira-kira pergi ke mana Sakugo sampai berani membohonginya seperti ini. Beberapa detik berpikir, akhirnya dia mengetahuinya, meskipun itu Cuma sebatas dugaannya saja, tapi Karlia merasa Sakugo pasti berada di sana. Dengan cepat, Karlia meninggalkan lapangan itu dan pergi ke tempat dugaannya. Mendapatkan penerimaan yang besar dan tulus dari Karlia, benar-benar membuat Sakugo merasa bahagia dan lega, setelah semua pertengkaran dan perang dinginnya dengan wanita berbadan mungil itu, kini pada akhirnya dia diterima juga dengan senang hati. Kepercayaan diri Sakugo semakin tinggi setelah menerima rasa percaya dari Karlia. Itulah esensi dan arti penting dari memiliki keluarga yang seharusnya, entahlah, karena telah lama tinggal di rumah Karlia, kini Sakugo menganggap Karlia adalah keluarganya, begitu juga sebaliknya, Karlia juga sudah menganggap Sakugo seperti layaknya adiknya, atau mungkin, anaknya sendiri. Setidaknya, mereka kini tidak sendirian lagi, mereka saling menemani dan saling menjaga juga saling melengkapi. Karlia tidak pernah menyangka rumahnya akan terasa hangat seperti ini sejak terakhir kalinya Sakugo menginjak dan masuk ke dalam rumahnya, padahal sebelumnya, dia selalu merasa rumah ini terasa sangat sepi dan dingin, tapi sekarangm semuanya telah berubah dan dia sangat senang bisa menemukan Sakugo berada dan tinggal di rumahnya bersamanya. Itu adalah hal paling terindah yang Karlia dapatkan dalam hidupnya. Untuk merayakan keberhasilan Sakugo yang telah lolos melewati tes-tes sulit yang diberikan oleh Karlia, mereka berdua sepakat untuk memanggang barbeque di halaman belakang rumah pada malam hari, dan ketika waktunya tiba, mereka langsung menyiapkan segalanya untuk memeriahkan pesta kecil tersebut. Meski itu hanya dilakukan oleh mereka berdua, tapi rasanya sangat seru dan menyenangkan, sebab Sakugo dan Karlia terus berceloteh dan berbicara banyak, membahas hal-hal sepele dengan penuh tawa dan kehangatan. Sembari mengobrol, mereka juga sibuk memanggang barbeque, dan sesekali mengunyah daging yang sudah matang. Itu adalah pesta yang sangat menyenangkan, juga malam yang sangat menghangatkan. Sakugo tidak pernah merayakan pencapaian-pencapaian dalam hidupnya dengan berpesta daging seperti ini, kalaupun dia merasa telah berhasil mencapai sesuatu, dia hanya senang dan puas, dan ya, hanya itu saja. Tapi lihatlah sekarang, dia sedang merayakan pencapaiannya yang telah lolos menghadapi berbagai tes dari Karlia, dan meskipun itu bukanlah hal yang begitu besar, tapi itu sangat berarti bagi hidupnya, terasa sangat istimewa dan spesial. Selain itu, Karlia juga mengatakan bahwa dia senang Sakugo bisa tinggal di rumahnya dan mau menerima dan bersedia untuk bergabung menjadi seorang labeldo dan mengikuti tes-tes sulit darinya, jujur saja, sulit sekali mencari orang yang mau bergabung menjadi seorang labeldo, kecuali jika orang tersebut memang ada kemauan yang besar dalam hatinya. Karena menjadi labeldo itu, seperti yang sudah Karlia jelaskan berkali-kali, sangat keras dan berbahaya, resikonya juga nyawa dan kematian yang tragis dan mengerikan, tapi jika kau berhasil meraih tujuannya, maka kau akan mendapatkan sesuatu yang sangat menakjubkan dan luar biasa, meskipun belum ada satu pun labeldo yang sampai ke tujuannya hingga sekarang. Bahkan, beberapa dari labeldo, banyak yang kecewa dan berhenti, tidak ingin dan menolak untuk melanjutkan tugas mereka karena merasa hanya buang-buang waktu saja, tapi itu wajar dan normal. Sebab hanya labeldo sejatinya lah yang dapat bertahan meskipun dia gagal berkali-kali. Suatu hari, setelah beberapa hari dari kejadian pesta malam barbeque, Sakugo meminta izin pada Karlia untuk pergi menonton pertandingan sepak bola di lapangan besar di dekat rumah, awalnya Karlia tidak mengizinkannya sebab beberapa hari lagi peresmian labeldo akan tiba dan ia tidak ingin sesuatu terjadi pada Sakugo, tapi karena Sakugo terus memaksa dan merengek, akhirnya Karlia mengizinkan anak itu untuk menonton, tapi dengan syarat, tidak boleh lebih dari 2 jam. Senang mendengarnya, Sakugo akhirnya pergi keluar dengan menegaskan bahwa dia tidak akan menonton lebih dari 2 jam, dan dia akan pulang tepat waktu. Karlia mengangguk dan berharap anak itu menepati janjinya. Namun, setelah menunggu selama 4 jam lebih, Sakugo tidak kunjung pulang dan Karlia kesal. Akhirnya, Karlia terpaksa pergi ke tempat Sakugo berada untuk membawa pulang anak itu dari sana, tapi setelah mencari dan menyusuri semua sudut di bangku penonton, dia tidak menemukan Sakugo di sana. Karlia heran dan mulai berpikir, kira-kira pergi ke mana Sakugo sampai berani membohonginya seperti ini. Beberapa detik berpikir, akhirnya dia mengetahuinya, meskipun itu Cuma sebatas dugaannya saja, tapi Karlia merasa Sakugo pasti berada di sana. Dengan cepat, Karlia meninggalkan lapangan itu dan pergi ke tempat dugaannya. Mendapatkan penerimaan yang besar dan tulus dari Karlia, benar-benar membuat Sakugo merasa bahagia dan lega, setelah semua pertengkaran dan perang dinginnya dengan wanita berbadan mungil itu, kini pada akhirnya dia diterima juga dengan senang hati. Kepercayaan diri Sakugo semakin tinggi setelah menerima rasa percaya dari Karlia. Itulah esensi dan arti penting dari memiliki keluarga yang seharusnya, entahlah, karena telah lama tinggal di rumah Karlia, kini Sakugo menganggap Karlia adalah keluarganya, begitu juga sebaliknya, Karlia juga sudah menganggap Sakugo seperti layaknya adiknya, atau mungkin, anaknya sendiri. Setidaknya, mereka kini tidak sendirian lagi, mereka saling menemani dan saling menjaga juga saling melengkapi. Karlia tidak pernah menyangka rumahnya akan terasa hangat seperti ini sejak terakhir kalinya Sakugo menginjak dan masuk ke dalam rumahnya, padahal sebelumnya, dia selalu merasa rumah ini terasa sangat sepi dan dingin, tapi sekarangm semuanya telah berubah dan dia sangat senang bisa menemukan Sakugo berada dan tinggal di rumahnya bersamanya. Itu adalah hal paling terindah yang Karlia dapatkan dalam hidupnya. Untuk merayakan keberhasilan Sakugo yang telah lolos melewati tes-tes sulit yang diberikan oleh Karlia, mereka berdua sepakat untuk memanggang barbeque di halaman belakang rumah pada malam hari, dan ketika waktunya tiba, mereka langsung menyiapkan segalanya untuk memeriahkan pesta kecil tersebut. Meski itu hanya dilakukan oleh mereka berdua, tapi rasanya sangat seru dan menyenangkan, sebab Sakugo dan Karlia terus berceloteh dan berbicara banyak, membahas hal-hal sepele dengan penuh tawa dan kehangatan. Sembari mengobrol, mereka juga sibuk memanggang barbeque, dan sesekali mengunyah daging yang sudah matang. Itu adalah pesta yang sangat menyenangkan, juga malam yang sangat menghangatkan. Sakugo tidak pernah merayakan pencapaian-pencapaian dalam hidupnya dengan berpesta daging seperti ini, kalaupun dia merasa telah berhasil mencapai sesuatu, dia hanya senang dan puas, dan ya, hanya itu saja. Tapi lihatlah sekarang, dia sedang merayakan pencapaiannya yang telah lolos menghadapi berbagai tes dari Karlia, dan meskipun itu bukanlah hal yang begitu besar, tapi itu sangat berarti bagi hidupnya, terasa sangat istimewa dan spesial. Selain itu, Karlia juga mengatakan bahwa dia senang Sakugo bisa tinggal di rumahnya dan mau menerima dan bersedia untuk bergabung menjadi seorang labeldo dan mengikuti tes-tes sulit darinya, jujur saja, sulit sekali mencari orang yang mau bergabung menjadi seorang labeldo, kecuali jika orang tersebut memang ada kemauan yang besar dalam hatinya. Karena menjadi labeldo itu, seperti yang sudah Karlia jelaskan berkali-kali, sangat keras dan berbahaya, resikonya juga nyawa dan kematian yang tragis dan mengerikan, tapi jika kau berhasil meraih tujuannya, maka kau akan mendapatkan sesuatu yang sangat menakjubkan dan luar biasa, meskipun belum ada satu pun labeldo yang sampai ke tujuannya hingga sekarang. Bahkan, beberapa dari labeldo, banyak yang kecewa dan berhenti, tidak ingin dan menolak untuk melanjutkan tugas mereka karena merasa hanya buang-buang waktu saja, tapi itu wajar dan normal. Sebab hanya labeldo sejatinya lah yang dapat bertahan meskipun dia gagal berkali-kali. Suatu hari, setelah beberapa hari dari kejadian pesta malam barbeque, Sakugo meminta izin pada Karlia untuk pergi menonton pertandingan sepak bola di lapangan besar di dekat rumah, awalnya Karlia tidak mengizinkannya sebab beberapa hari lagi peresmian labeldo akan tiba dan ia tidak ingin sesuatu terjadi pada Sakugo, tapi karena Sakugo terus memaksa dan merengek, akhirnya Karlia mengizinkan anak itu untuk menonton, tapi dengan syarat, tidak boleh lebih dari 2 jam. Senang mendengarnya, Sakugo akhirnya pergi keluar dengan menegaskan bahwa dia tidak akan menonton lebih dari 2 jam, dan dia akan pulang tepat waktu. Karlia mengangguk dan berharap anak itu menepati janjinya. Namun, setelah menunggu selama 4 jam lebih, Sakugo tidak kunjung pulang dan Karlia kesal. Akhirnya, Karlia terpaksa pergi ke tempat Sakugo berada untuk membawa pulang anak itu dari sana, tapi setelah mencari dan menyusuri semua sudut di bangku penonton, dia tidak menemukan Sakugo di sana. Karlia heran dan mulai berpikir, kira-kira pergi ke mana Sakugo sampai berani membohonginya seperti ini. Beberapa detik berpikir, akhirnya dia mengetahuinya, meskipun itu Cuma sebatas dugaannya saja, tapi Karlia merasa Sakugo pasti berada di sana. Dengan cepat, Karlia meninggalkan lapangan itu dan pergi ke tempat dugaannya. Mendapatkan penerimaan yang besar dan tulus dari Karlia, benar-benar membuat Sakugo merasa bahagia dan lega, setelah semua pertengkaran dan perang dinginnya dengan wanita berbadan mungil itu, kini pada akhirnya dia diterima juga dengan senang hati. Kepercayaan diri Sakugo semakin tinggi setelah menerima rasa percaya dari Karlia. Itulah esensi dan arti penting dari memiliki keluarga yang seharusnya, entahlah, karena telah lama tinggal di rumah Karlia, kini Sakugo menganggap Karlia adalah keluarganya, begitu juga sebaliknya, Karlia juga sudah menganggap Sakugo seperti layaknya adiknya, atau mungkin, anaknya sendiri. Setidaknya, mereka kini tidak sendirian lagi, mereka saling menemani dan saling menjaga juga saling melengkapi. Karlia tidak pernah menyangka rumahnya akan terasa hangat seperti ini sejak terakhir kalinya Sakugo menginjak dan masuk ke dalam rumahnya, padahal sebelumnya, dia selalu merasa rumah ini terasa sangat sepi dan dingin, tapi sekarangm semuanya telah berubah dan dia sangat senang bisa menemukan Sakugo berada dan tinggal di rumahnya bersamanya. Itu adalah hal paling terindah yang Karlia dapatkan dalam hidupnya. Untuk merayakan keberhasilan Sakugo yang telah lolos melewati tes-tes sulit yang diberikan oleh Karlia, mereka berdua sepakat untuk memanggang barbeque di halaman belakang rumah pada malam hari, dan ketika waktunya tiba, mereka langsung menyiapkan segalanya untuk memeriahkan pesta kecil tersebut. Meski itu hanya dilakukan oleh mereka berdua, tapi rasanya sangat seru dan menyenangkan, sebab Sakugo dan Karlia terus berceloteh dan berbicara banyak, membahas hal-hal sepele dengan penuh tawa dan kehangatan. Sembari mengobrol, mereka juga sibuk memanggang barbeque, dan sesekali mengunyah daging yang sudah matang. Itu adalah pesta yang sangat menyenangkan, juga malam yang sangat menghangatkan. Sakugo tidak pernah merayakan pencapaian-pencapaian dalam hidupnya dengan berpesta daging seperti ini, kalaupun dia merasa telah berhasil mencapai sesuatu, dia hanya senang dan puas, dan ya, hanya itu saja. Tapi lihatlah sekarang, dia sedang merayakan pencapaiannya yang telah lolos menghadapi berbagai tes dari Karlia, dan meskipun itu bukanlah hal yang begitu besar, tapi itu sangat berarti bagi hidupnya, terasa sangat istimewa dan spesial. Selain itu, Karlia juga mengatakan bahwa dia senang Sakugo bisa tinggal di rumahnya dan mau menerima dan bersedia untuk bergabung menjadi seorang labeldo dan mengikuti tes-tes sulit darinya, jujur saja, sulit sekali mencari orang yang mau bergabung menjadi seorang labeldo, kecuali jika orang tersebut memang ada kemauan yang besar dalam hatinya. Karena menjadi labeldo itu, seperti yang sudah Karlia jelaskan berkali-kali, sangat keras dan berbahaya, resikonya juga nyawa dan kematian yang tragis dan mengerikan, tapi jika kau berhasil meraih tujuannya, maka kau akan mendapatkan sesuatu yang sangat menakjubkan dan luar biasa, meskipun belum ada satu pun labeldo yang sampai ke tujuannya hingga sekarang. Bahkan, beberapa dari labeldo, banyak yang kecewa dan berhenti, tidak ingin dan menolak untuk melanjutkan tugas mereka karena merasa hanya buang-buang waktu saja, tapi itu wajar dan normal. Sebab hanya labeldo sejatinya lah yang dapat bertahan meskipun dia gagal berkali-kali. Suatu hari, setelah beberapa hari dari kejadian pesta malam barbeque, Sakugo meminta izin pada Karlia untuk pergi menonton pertandingan sepak bola di lapangan besar di dekat rumah, awalnya Karlia tidak mengizinkannya sebab beberapa hari lagi peresmian labeldo akan tiba dan ia tidak ingin sesuatu terjadi pada Sakugo, tapi karena Sakugo terus memaksa dan merengek, akhirnya Karlia mengizinkan anak itu untuk menonton, tapi dengan syarat, tidak boleh lebih dari 2 jam. Senang mendengarnya, Sakugo akhirnya pergi keluar dengan menegaskan bahwa dia tidak akan menonton lebih dari 2 jam, dan dia akan pulang tepat waktu. Karlia mengangguk dan berharap anak itu menepati janjinya. Namun, setelah menunggu selama 4 jam lebih, Sakugo tidak kunjung pulang dan Karlia kesal. Akhirnya, Karlia terpaksa pergi ke tempat Sakugo berada untuk membawa pulang anak itu dari sana, tapi setelah mencari dan menyusuri semua sudut di bangku penonton, dia tidak menemukan Sakugo di sana. Karlia heran dan mulai berpikir, kira-kira pergi ke mana Sakugo sampai berani membohonginya seperti ini. Beberapa detik berpikir, akhirnya dia mengetahuinya, meskipun itu Cuma sebatas dugaannya saja, tapi Karlia merasa Sakugo pasti berada di sana. Dengan cepat, Karlia meninggalkan lapangan itu dan pergi ke tempat dugaannya. Mendapatkan penerimaan yang besar dan tulus dari Karlia, benar-benar membuat Sakugo merasa bahagia dan lega, setelah semua pertengkaran dan perang dinginnya dengan wanita berbadan mungil itu, kini pada akhirnya dia diterima juga dengan senang hati. Kepercayaan diri Sakugo semakin tinggi setelah menerima rasa percaya dari Karlia. Itulah esensi dan arti penting dari memiliki keluarga yang seharusnya, entahlah, karena telah lama tinggal di rumah Karlia, kini Sakugo menganggap Karlia adalah keluarganya, begitu juga sebaliknya, Karlia juga sudah menganggap Sakugo seperti layaknya adiknya, atau mungkin, anaknya sendiri. Setidaknya, mereka kini tidak sendirian lagi, mereka saling menemani dan saling menjaga juga saling melengkapi. Karlia tidak pernah menyangka rumahnya akan terasa hangat seperti ini sejak terakhir kalinya Sakugo menginjak dan masuk ke dalam rumahnya, padahal sebelumnya, dia selalu merasa rumah ini terasa sangat sepi dan dingin, tapi sekarangm semuanya telah berubah dan dia sangat senang bisa menemukan Sakugo berada dan tinggal di rumahnya bersamanya. Itu adalah hal paling terindah yang Karlia dapatkan dalam hidupnya. Untuk merayakan keberhasilan Sakugo yang telah lolos melewati tes-tes sulit yang diberikan oleh Karlia, mereka berdua sepakat untuk memanggang barbeque di halaman belakang rumah pada malam hari, dan ketika waktunya tiba, mereka langsung menyiapkan segalanya untuk memeriahkan pesta kecil tersebut. Meski itu hanya dilakukan oleh mereka berdua, tapi rasanya sangat seru dan menyenangkan, sebab Sakugo dan Karlia terus berceloteh dan berbicara banyak, membahas hal-hal sepele dengan penuh tawa dan kehangatan. Sembari mengobrol, mereka juga sibuk memanggang barbeque, dan sesekali mengunyah daging yang sudah matang. Itu adalah pesta yang sangat menyenangkan, juga malam yang sangat menghangatkan. Sakugo tidak pernah merayakan pencapaian-pencapaian dalam hidupnya dengan berpesta daging seperti ini, kalaupun dia merasa telah berhasil mencapai sesuatu, dia hanya senang dan puas, dan ya, hanya itu saja. Tapi lihatlah sekarang, dia sedang merayakan pencapaiannya yang telah lolos menghadapi berbagai tes dari Karlia, dan meskipun itu bukanlah hal yang begitu besar, tapi itu sangat berarti bagi hidupnya, terasa sangat istimewa dan spesial. Selain itu, Karlia juga mengatakan bahwa dia senang Sakugo bisa tinggal di rumahnya dan mau menerima dan bersedia untuk bergabung menjadi seorang labeldo dan mengikuti tes-tes sulit darinya, jujur saja, sulit sekali mencari orang yang mau bergabung menjadi seorang labeldo, kecuali jika orang tersebut memang ada kemauan yang besar dalam hatinya. Karena menjadi labeldo itu, seperti yang sudah Karlia jelaskan berkali-kali, sangat keras dan berbahaya, resikonya juga nyawa dan kematian yang tragis dan mengerikan, tapi jika kau berhasil meraih tujuannya, maka kau akan mendapatkan sesuatu yang sangat menakjubkan dan luar biasa, meskipun belum ada satu pun labeldo yang sampai ke tujuannya hingga sekarang. Bahkan, beberapa dari labeldo, banyak yang kecewa dan berhenti, tidak ingin dan menolak untuk melanjutkan tugas mereka karena merasa hanya buang-buang waktu saja, tapi itu wajar dan normal. Sebab hanya labeldo sejatinya lah yang dapat bertahan meskipun dia gagal berkali-kali. Suatu hari, setelah beberapa hari dari kejadian pesta malam barbeque, Sakugo meminta izin pada Karlia untuk pergi menonton pertandingan sepak bola di lapangan besar di dekat rumah, awalnya Karlia tidak mengizinkannya sebab beberapa hari lagi peresmian labeldo akan tiba dan ia tidak ingin sesuatu terjadi pada Sakugo, tapi karena Sakugo terus memaksa dan merengek, akhirnya Karlia mengizinkan anak itu untuk menonton, tapi dengan syarat, tidak boleh lebih dari 2 jam. Senang mendengarnya, Sakugo akhirnya pergi keluar dengan menegaskan bahwa dia tidak akan menonton lebih dari 2 jam, dan dia akan pulang tepat waktu. Karlia mengangguk dan berharap anak itu menepati janjinya. Namun, setelah menunggu selama 4 jam lebih, Sakugo tidak kunjung pulang dan Karlia kesal. Akhirnya, Karlia terpaksa pergi ke tempat Sakugo berada untuk membawa pulang anak itu dari sana, tapi setelah mencari dan menyusuri semua sudut di bangku penonton, dia tidak menemukan Sakugo di sana. Karlia heran dan mulai berpikir, kira-kira pergi ke mana Sakugo sampai berani membohonginya seperti ini. Beberapa detik berpikir, akhirnya dia mengetahuinya, meskipun itu Cuma sebatas dugaannya saja, tapi Karlia merasa Sakugo pasti berada di sana. Dengan cepat, Karlia meninggalkan lapangan itu dan pergi ke tempat dugaannya. Mendapatkan penerimaan yang besar dan tulus dari Karlia, benar-benar membuat Sakugo merasa bahagia dan lega, setelah semua pertengkaran dan perang dinginnya dengan wanita berbadan mungil itu, kini pada akhirnya dia diterima juga dengan senang hati. Kepercayaan diri Sakugo semakin tinggi setelah menerima rasa percaya dari Karlia. Itulah esensi dan arti penting dari memiliki keluarga yang seharusnya, entahlah, karena telah lama tinggal di rumah Karlia, kini Sakugo menganggap Karlia adalah keluarganya, begitu juga sebaliknya, Karlia juga sudah menganggap Sakugo seperti layaknya adiknya, atau mungkin, anaknya sendiri. Setidaknya, mereka kini tidak sendirian lagi, mereka saling menemani dan saling menjaga juga saling melengkapi. Karlia tidak pernah menyangka rumahnya akan terasa hangat seperti ini sejak terakhir kalinya Sakugo menginjak dan masuk ke dalam rumahnya, padahal sebelumnya, dia selalu merasa rumah ini terasa sangat sepi dan dingin, tapi sekarangm semuanya telah berubah dan dia sangat senang bisa menemukan Sakugo berada dan tinggal di rumahnya bersamanya. Itu adalah hal paling terindah yang Karlia dapatkan dalam hidupnya. Untuk merayakan keberhasilan Sakugo yang telah lolos melewati tes-tes sulit yang diberikan oleh Karlia, mereka berdua sepakat untuk memanggang barbeque di halaman belakang rumah pada malam hari, dan ketika waktunya tiba, mereka langsung menyiapkan segalanya untuk memeriahkan pesta kecil tersebut. Meski itu hanya dilakukan oleh mereka berdua, tapi rasanya sangat seru dan menyenangkan, sebab Sakugo dan Karlia terus berceloteh dan berbicara banyak, membahas hal-hal sepele dengan penuh tawa dan kehangatan. Sembari mengobrol, mereka juga sibuk memanggang barbeque, dan sesekali mengunyah daging yang sudah matang. Itu adalah pesta yang sangat menyenangkan, juga malam yang sangat menghangatkan. Sakugo tidak pernah merayakan pencapaian-pencapaian dalam hidupnya dengan berpesta daging seperti ini, kalaupun dia merasa telah berhasil mencapai sesuatu, dia hanya senang dan puas, dan ya, hanya itu saja. Tapi lihatlah sekarang, dia sedang merayakan pencapaiannya yang telah lolos menghadapi berbagai tes dari Karlia, dan meskipun itu bukanlah hal yang begitu besar, tapi itu sangat berarti bagi hidupnya, terasa sangat istimewa dan spesial. Selain itu, Karlia juga mengatakan bahwa dia senang Sakugo bisa tinggal di rumahnya dan mau menerima dan bersedia untuk bergabung menjadi seorang labeldo dan mengikuti tes-tes sulit darinya, jujur saja, sulit sekali mencari orang yang mau bergabung menjadi seorang labeldo, kecuali jika orang tersebut memang ada kemauan yang besar dalam hatinya. Karena menjadi labeldo itu, seperti yang sudah Karlia jelaskan berkali-kali, sangat keras dan berbahaya, resikonya juga nyawa dan kematian yang tragis dan mengerikan, tapi jika kau berhasil meraih tujuannya, maka kau akan mendapatkan sesuatu yang sangat menakjubkan dan luar biasa, meskipun belum ada satu pun labeldo yang sampai ke tujuannya hingga sekarang. Bahkan, beberapa dari labeldo, banyak yang kecewa dan berhenti, tidak ingin dan menolak untuk melanjutkan tugas mereka karena merasa hanya buang-buang waktu saja, tapi itu wajar dan normal. Sebab hanya labeldo sejatinya lah yang dapat bertahan meskipun dia gagal berkali-kali.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD