"Kalau kamu mau menusuk jantung saya dengan sebuah alasan yang kamu bilang pengkhianatan. Itu juga yang membuat Irena menusuk Neira. Apakah kamu tahu, apa alasan Irena berbuat begitu?" Naraya terkekeh sumbang. Tangannya masih menempelkan ujung mata pisau ke depan jantung Renard. "Alasan cuma keterangan yang dibuat-buat. Apa lagi alasannya? Sakit jiwa? Tertekan? Depresi? Delusi atau apa?! Semua alasan tuh cuma pembenaran." "Oh, ya?" Muka datar Renard masih tidak berubah. Cowok itu menaikkan kedua alisnya. "Ternyata, selama ini, kamu termakan kebohongan yang dirancang keluarga kamu sendiri." "Udah gue bilang nggak usah bawa-bawa keluarga gue! Ini urusan Neira dan Irena!" pekik Naraya lepas. Pandangannya semakin bengis. "Kalau lo udah tahu keluarga gue, lo juga bakal tahu gimana akibatnya

