Setelah membanting pintu, Naraya berjalan cepat menuju lift, menekan-nekan tombol dengan harapan pintu lift cepat terbuka. Kemudian badannya meluruh saat pintu lift menutup. Tangisnya jatuh tanpa bisa ditahan lagi. Dia ingin menampik semua penjelasan Renard. Itu pasti alasan, pasti hanya karangan, pasti bualan. Namun, semakin dia berusaha menolak, semakin Naraya memercayai penjelasan yang dia dengar. Bukan hanya Arjuna, Bima juga anggota militer. Namun, Bima tidak pernah ditempatkan di wilayah-wilayah konflik dan jauh. Bohong kalau penempatan dinas tidak memperhatikan relasi. Dengan latar belakang militer yang kuat, Arjuna seharusnya bertugas di tempat-tempat yang enak, nyaman dan mudah. Arjuna memang tidak pernah mengeluh, tetapi Naraya dapat melihat kelelahan di mata lelaki itu. Tanga

