“Happy Birthday!” Sekre OSIS yang sunyi dari luar mendadak riuh ketika Renard masuk. Cowok itu terkejut bukan kepalang apalagi saat ledakan balon dan confetti meletup kecil di depan mukanya. Teman-teman yang lain memakai topi ulang tahun dan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun. Sebuah kue kecil berwarna cokelat tersorong ke arah Renard, dengan lilin hidup, berwarna merah. Kue tersebut dibawa oleh perempuan barbar yang saat ini tersenyum sangat tulus. “Tiup lilinnya, make a wish,” ujar Naraya. Renard terlihat memejamkan matanya, merapal doa dalam hati. Lilin itu padam. Menyisakan asap yang berbentuk abstrak di udara. Bergantian pengurus OSIS mengucapkan doa dan ucapan semoga panjang umur untuk Renard. Dia memperhatikan semua dengan rasa aneh yang meletup-letup di lubuk hatinya. Rasa ya

