Malas untuk berbasa-basi dan menunjukkan usaha beramah tamah, Naraya hanya duduk dan menyibukkan diri dengan bermain ponsel. Renard menghampiri dan duduk di sebelahnya. “A moment of silence, for our sister in the friendzone.” Berusaha menulikan telinga atas ledekan Renard, dia hanya diam dan cuek. Dia meraih tas dan mengeluarkan earbuds. “Earbuds can’t help you ignore reality,” tambah cowok itu terkekeh. “Diam deh lo,” desis Naraya geram. “Apa saya saja yang merasa kalian jadi aneh?” gumam Renard tak peduli. “Saya coba panggil Adji, deh.” Cowok itu lalu menoleh ke arah Adji dan Gesna yang sedang berbicara berdua di sofa yang berjarak lima meter dari mereka. Seolah hendak mencari masalah, Renard mulai memanggil Adji. “Adji,” panggil Renard menaruh kedua telapak tangan di samping bibir

