“Rey, lo yang nyetir,” perintah Naraya sambil masuk ke bangku penumpang dan mengempaskan badan di jok. Renard tergagap dan membuka pintu Naraya. Cowok itu menggeleng. “Saya enggak bisa menyetir.” “Hah? Yang bener aja sih lo nggak bisa nyetir? Cepetan, deh. Gue lagi nggak mood main-main,” dengkus Naraya tetap bersandar di jok. “Saya bisanya setir kiri, belum bisa setir kanan.” Naraya semakin berdecak sebal, keluar dari bangku penumpang dan duduk di bangku pengemudi. “Bisa lo apa sih jadinya?!” serunya sambil menyalakan mobil, menekan gas dan meninggalkan sekolah. “Nanti, lo aja yang turun buat follow up sponsor. Gue lagi malas. Kalau mereka mau tambahin dana silakan, nggak mau juga nggak apa-apa, Tarik balik aja proposal kita biar nggak disalahgunain,” ujarnya. Tanpa menjawab, Renard h

