Selepas pelantikan syal, Renard makin menjadi-jadi. Cowok itu bertingkah seolah mereka adalah teman. Berulang kali Naraya ingatkan cowok itu agar tidak memanggilnya dengan panggilan Nay, tetapi Renard tetap bersikukuh. Hujatan dan sindiran pedas Naraya juga sepertinya sudah tidak mempan, Renard tidak menampakkan sedikit pun muka tersinggung atau marah. Aneh, benar-benar aneh. Kenapa sih cowok itu berharap sekali mau menjadi temannya? Kebanyakan mimpi sepertinya. Sebab, andai Renard tahu kalau dia tidak menganggap seorang pun sahabat saat ini. Teman hanya sekelebat. Atau … ah, apa benar kata Yusuf kalau Renard memiliki perasaan lebih? Naraya bergidik. Kenapa dia merasa geli ketika membayangkan kebenaran ucapan itu. Dia sama Renard? Blah, tidak ada cocok-cocoknya sama sekali. Sambil mengem

