EMPAT PULUH DUA

2748 Words

Sekitar terlihat ramai dan perhatian sekitar tertuju kepada mereka. Namun, orang-orang itu hanya menontoni seperti patung. Sedangkan, sosok aneh di hadapannya mulai mengacungkan pisau. Naraya membelalak dan mengambil sikap waspada. Ketika serangan itu ditujukan ke arahnya, dia menepis tangan tersebut dan menendang kaki orang itu sekuat dia bisa. Pisau yang dipegang terjatuh dan kaki Naraya mendepak benda tajam itu agar pergi sejauh mungkin. Seperti ninja yang memiliki banyak pusaka rahasia, jatuh dan kehilangan pisau tidak membuat sosok itu menyerah. Naraya tetap diserang secara membabi buta, dengan batu, dengan kayu, dengan cekikan. Berulang kali juga Naraya melawan dan mencoba hentikan, tetapi orang gila itu tetap hendak membunuhnya. Satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah lari. Seba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD