Renard melambaikan tangan. Cowok itu seperti sengaja memanggil Naraya. Mentang-mentang merasa tamu dan posisi Naraya saat ini adalah pengurus. Renard tentu paham kalau pengurus harus menjamu tamu-tamu. “Buat apa kamu di sana?” tegurnya sambil mengajak Naraya mendekat. Cowok itu seperti tahu kalau Naraya mengamati mereka dari jarak sedang. “Kalau mau lihat kami, dari dekat saja.” “Serah lo mau bilang apa.” Naraya melengos dan kembali menonton video di ponsel. Tiba-tiba, sebuah Beng-beng terlempar ke arahnya, tepat mendarat di kening. Naraya melotot, sedangkan Renard tersenyum senang sambil mengangkat jempol seolah-olah meminta pengakuan kalau tembakannya barusan hebat dan tepat sasaran. Seusai parade kembang api yang sekaligus menutup acara pembukaan kejuaraan dunia itu, Naraya mengembal

