DUA PULUH ENAM

2565 Words

Naraya menatap cermin, masih memperhatikan proses riasan di muka. “Jangan tebal-tebal, Mbak. Nanti kayak Shinchan,” desisnya kepada MUA yang membentuk alisnya dengan pensil alis. “Iya. Enggak, kok, Mbak. Nanti hasilnya flawless manja gitu.” Tanpa menjawab, Naraya hanya berdecap pelan. Dia tidak suka berdandan. Jika saja bukan karena acara ulang tahun pernikahan Eyang, tentu Naraya akan menolak dipakaikan gaun dan diminta berdandan seperti topeng. Dia memandang mukanya dari cermin dengan aneh. Seperti tidak mengenali diri sendiri. Kenapa sih ada acara keluarga sebodoh ini? pikirnya dalam hati. Berulang kali dia memperingatkan MUA agar jangan terlalu tebal dan MUA tersebut selalu menjawab hal yang sama. Membuat Naraya memutar mata malas. Sofia masuk ke kamar. “Pakai warna apa itu? Kenapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD