Setelah pulang dari mall mereka memilih untuk langsung pulang, Rane yang baru saja melakukan perawatan tubuh, wajah, dan rambut terlihat lebih fresh dan bertambah kecantikannya, membuat Zaf terpesona dengan istrinya itu.
Akhirnya mereka sudah sampai dirumah, Rane langsung masuk kamar meninggalkan Zaf yang kerepotan membawa koper dan belanjaannya.
Rane duduk di sofa bersantai ria dikamar suaminya itu hingga datanglah Zaf dengan tangan yang penuh dengan barang, tangan kiri memegang koper dan tangan kanan berbagai paperbag milik istrinya itu.
"Bukannya bantuin malah asik sendiri" gerutu Zaf kesal ia menaruh paperbag Rane disamping gadis itu duduk kemudian membiarkan koper Rane masih tergeletak didepan pintu.
"Kasian berat ya Zaf? maaf deh belanjaan gue banyak ya? " ucap Rane sambil membuka paperbag belanjaannya
"Ini lo pindahin baju yang dikoper ke lemari" perintah Zaf sambil memberikan koper pink lalu meninggalkan istrinya itu ke kamar mandi.
Rane hanya mengangguk ia membuka kopernya dan mulai merapihkan pakaiannya dan harus memasukannya ke dalam lemari milik Zaf.
Baru beberpa yang dimasukan kedalam lemari membuat gadis itu kecapean, Rane menutup kopernya lalu ia rebahan di sofa, rasa malas datang tiba-tiba membuat Rane meninggalkan kerjaannya yang belum selesai, padahal hanya merapihkan pakaian ke lemari tapi ia merasa malas dan lelah.
"Ella!" tegur Zaf saat gadis itu mulai memejamkan mata
"Apaan sih Zaf, panggil gue Rane!"
"Sudah selesai belum masukin pakaian lo ke lemari?" Rane tak menjawab membuat Zaf yang baru saja mandi langsung membuka lemarinya, ruang kosong yang disediakan Zaf dalam lemari baru terisi beberapa gaun yang digantungkan, yang artinya Rane belum selesai memindahkan semua pakaian.
"Rane mandi sana, ini biar gue bantu beresin" ujar Zaf menyuruh Rane bangun dari rebahannya.
Rane mengambil handuk dan peralatan mandinya yang baru dibeli tadi
"Bawa baju Rane" Rane tak menggubris ia sudah masuk ke kamar mandi terlebih dahulu.
Zaf merapikan semua pakaian Rane yang ada dikoper.
Setelah selesai ia membuka belanjaan Rane yang berisi seperangkat alat sholat yang akan digunakan untuk sholat, Zaf membeli 3 seperangkat alat sholat khusus untuk Rane. Yang satu akan di simpan buat mahar nanti, Zaf akan menghias maharnya nanti agar terlihat lebih indah saat memberikan ke Rane saat nikah KUA nanti.
Dua puluh menit kemudian Rane keluar kamar mandi, Zaf reflek menoleh kearah pintu kamar mandi.
"Ranellaaa.." seru Zaf ia memalingkan wajahnya
"Apaaa Zaf sayang? Pingin yaa?" Rane mendekat harum sabun menguar di indera penciuman Zaf, Zaf tak sedikitpun mau menoleh kearah istrinya yang hanya memakai selembar handuk, Rane yang melihatnya terkikik geli ia akan menggoda Zaf yang terlihat kikuk.
Menggoda Zaf adalah hal yang paling membuat Rane senang karena Rane bisa melihat wajah Zaf yang begitu menggemaskan bagi Rane padahal Zaf terlihat kikuk dan sedikit risih mungkin.
"Jangan menggoda Ella, jika kamu tak mau berakhir di ranjang!" ujar Zaf sedikit marah lelaki itu tau pasti Rane akan menggodanya
"Woahhh hahaha yuk siapa takut Zaf" ujar Rane yang semakin berani, entah kerasukan setan apa yang membuat Rane begitu berani dan seagresif ini pada lelaki yang belum lama menjadi suaminya ini.
Rane duduk disamping Zaf ia mengambil botol body lotion yang berada diatas meja, Rane memakainya di kaki dari betis hingga naik ke paha dengan gerakan begitu pelan.
Rane tersenyum kecil, Zaf meliriknya dasar cowok dikasih yang bening matanya gak bisa dijaga.
Sekedar info Zaf adalah laki-laki pertama yang melihat Rane dalam keadaan seperti ini, karena se nakal-nakalnya Rane ia masih tau batasan.
"Mata dijaga, lihat yang mulus nengok" ucap Rane pelan
"Hey Ella aku ini seorang laki-laki jadi wajarlah, lagipula kamu kan halal buatku, jadi ngapain aku sia-siain" ucap Zaf membuat Rane melirik Zaf sinis
"Cih modus banget lo Zaf!"
Cup sebuah kecupan mendarat tiba-tiba di bibir Rane, karena gadis itu sedang lengah sibuk mengolesi body lotion di kakinya membuat gadis itu langsung melotot kaget, berani-beraninya Zaf menciumnya.
Rane segera mendorong Zaf yang mulai menghimpitnya disofa namun Zaf menahan dan terjadilah pergulatan antar bibir mereka, Rane yang kesal tak mau kalah, ia akan membalas Zaf. Karena dulu ia sering berciuman dengan mantan pacarnya membuat Rane tidak sulit membalas Zaf yang masih amatiran.
Fix gila ini ciuman pertama Zaf ia tak berfikiran sama sekali akan berciuman apalagi Rane membalas ciumannya seperti ini.
Dug Rane menjatuhkan diri diatas tubuh Zaf, Zaf terbaring diatas sofa,
Gila Rane sangat agresif pikir Zaf disela ciuman mereka yang masih berlanjut dengan posisi yang lebih intim. Rane diatas Zaf dibawah, Rane mendominasi ciuman pertama bagi Zaf.
Akhirnya setelah mereka kekurangan oksigen Rane melepas ciuman menatap Zaf dengan tatapan genit
Rane yang masih berada diatas tubuh Zaf membuat jiwa kelakian Zaf mulai meronta, mereka sama-sama mengambil nafas dengan sedikit terengah dan mereka masih saling menatap, Zaf terpesona dengan wajah cantik Rane, wajah yang mirip dengan alm bundanya. dan saat ini Rane terlihat sangat seksi diatas tubuhnya
Tangan Rane bermain di d**a Zaf membentuk pola tak jelas, bagaimanapun Zaf seorang laki-laki yang memiliki naluri dan hasrat, Rane benar-benar membuatnya lupa diri, apalagi Rane dalam kondisi hanya memakai handuk saja, lelaki mana yang tak tergoda? Sekalipun Zaf yang memang tak pernah menyentuh wanita bukan mahromnya sedikit pun pasti akan tergoda.
"Kamu milikku Ranella" Zaf bangun membuat Rane duduk dipangkuan Zaf.
Rane mendekatkan wajahnya, Zaf tersenyum ingin mencium lagi gadis halalnya, Rane meniup telinga Zaf lalu berbisik
"In your dream" Rane langsung bangun dengan sedikit mendorong Zaf saat tahu tangan Zaf menempel pada punggungnya.
"Ashhhh" sebuah helaan nafas membuat Rane tertawa puas, ia berdiri mengambil pakaian membawanya ke kamar mandi.
"Lo terlalu berharap Zaf, Jangan harap lo bisa sentuh gue!" teriak Rane sebelum menutup pintu kamar mandi.
Zaf mengacak rambutnya kasar, kenapa dirinya seperti ini, apa karena efek menikah, normal kan bila Zaf ingin memiliki Rane?
"Astaghfirullah" Zaf berighstighfar harusnya ia tak boleh terlena seperti ini, yang ada Rane akan semakin jadi menggodanya dan semakin bersikap semaunya.
"Awas kamu Ella!"
****
"Zaf kapan kamu magang di kantor ayah?" tanya Adipati kepada putra satu-satunya yang dibanggakannya. Mereka baru saja selesai makan malam, dan sekarang sedang mengobrol santai.
"Minggu depan sudah mulai Yah, tapi Zaf gak mau semua orang tau aku anak ayah ya"
"Kamu nih, terserah saja yang pasti ayah selalu bersikap profesional kok"
"Iya yah"
"Rane mau kemana kamu malam-malam?" tanya Adipati saat melihat Rane turun tangga melewati ruang tengah sudah rapi dengan membawa tas. Memang gadis itu tadi tidak ikut makan malam dengan beralasan sedang diet
"Eh itu Yah Rane mau main"
"Main kemana? Sama siapa?"
"Sama pacar Rane, dia sudah nunggu Rane pamit ya, permisi Yah" Rane langsung kabur karena tak ingin ditanyai macam-macam oleh mertuanya, membuat dua laki-laki yang duduk saling menatap
Adipati memang tak melarang kebebasan menantunya, namun sebagai seorang ayah melihat anak perempuan keluar malam-malam ada ketakutan tersendiri, apalagi Rane memakai dress tak menutup dan pergi dengan laki-laki, bagaimanapun Rane tetap tanggung jawabnya.
"Ikuti Rane Zaf, jaga dia" Zaf mengangguk, ia segera mengambil kunci mobil dan langsung mengikuti mobil putih yang Zaf tau itu mobil teman sekelasnya.
Zaf masih mengikuti mobil yang berjarak tak jauh. untung saja Zaf tidak ketinggalan jejak.
Setelah mengikuti mobil tersebut akhirnya sampailah di sebuah tempat yang Zaf ketahui sebuah club malam.
"Rane kamu benar-benar ya" Zaf kesal melihat Rane yang digandeng mesra oleh Garal, demi apapun ia tak ikhlas, namun Zaf masih harus bersabar, Rane gadis yang agak sulit di atur ia harus punya cara agar gadis itu mau menurut dengannya.
Setelah memastikan mereka masuk ke club, Zaf turun dari mobil ini pertama kalinya ia menginjakan kaki di tempat seperti ini.
Zaf masuk setelah diperiksa identitasnya, saat masuk Zaf mengucap taawudz dan basmallah dan berdoa semoga ia terhindar dari godaan setan, mungkin hanya Zaf yang masuk ke club malam dengan berdoa.
Dentuman musik yang begitu kencang membuat Zaf banyak mengucap istighfar dalam hati, demi istrinya ia rela harus seperti ini, mata Zaf mencari Rane ditengah keramaian orang yang sibuk berjoget ria dengan dentuman musik dari DJ.
Banyak gadis-gadis meliukan tubuhnya tanpa perduli banyak mata yang menatap, Zaf benar-benar harus bersabar dan menjaga pandangannya. .
Bahkan ia melihat teman kelas perempuannya berciuman dengan laki-laki, Zaf menggelengkan kepalanya untungnya ia memakai masker jadi wajahnya aman tak terlihat.
Mata Zaf masih mengelilingi ruangan yang sangat ramai itu, susah ternyata mencari satu orang dalam kerumunan seperti ini, apalagi Zaf tak tau seluk beluknya.
Ia menyesal mengikuti Rane setelah dua orang itu masuk kedalam membuat Zaf kehilangan jejak dan susah mencarinya.
"Misi misi" teriak Zaf karena ia yakin suara nya tak akan terdengar apabila berbicara pelan. Zaf masih mencari Rane dalam keramaian, rasa khawatirnya semakin menjadi takut Rane di apa-apain oleh temannya yang playboy itu.
Suasana club semakin malam semakin ramai, ada beberapa meja yang sudah terisi dengan pasangan kekasih, Zaf mencari Rane disana hingga ia melihat gadis bergaun biru menenggak sebuah minuman. Ia yakin itu Rane yang sekarang sedang bergelayut manja di laki-laki sebelahnya.
Zaf mengepalkan tangannya ia kesal benar-benar kesal melihat pergaulan istrinya.
Saat Zaf ingin ke meja tersebut, wanita dengan membawa minuman menabraknya hingga minuman itu tumpah dibaju Zaf
"Ahk" rasanya Zaf ingin mengumpat, wanita itu meminta maaf dengan menyentuh baju Zaf yang basah
"Jangan sentuh saya"
"Kamu nih aku kan minta maaf, gimana kalau kita duduk dulu, aku traktir minum" ucap wanita itu mendayu membuat Zaf jijik betapa murahan perempuan itu yang memakai dress dengan belahan d**a rendah.
"Gak tau malu, awas!" Zaf sedikit mendorong wanita itu
"Ih galak banget sih"
Deg Zaf kecolongan gara-gara wanita yang menabraknya tadi, kini Zaf harus melihat Rane yang berciuman mesra dengan Garal. Bahkan tangan Garal sudah menyentuh pundam istrinya yang terbuka.
Darah Zaf mendadak naik, ia langsung berjalan kearah tempat yang diduduki Rane, Zaf menarik Rane membuat gadis itu terlonjak kaget dan Garal langsung menatap tajam Zaf
"Apa maksud lo?" teriak Garal saat kegiatannya diganggu oleh orang tak dikenal yang memakai masker.
"Rane ayo Pulang!" Zaf menarik tangan Rane
"Hah?" Rane yang sudah mabuk parah tak sadar jika Zaf di hadapannya
"Lo siapa berani-beraninya bawa Rane pulang, dia milik gue" ujar Garal menarik Rane hingga ke pelukannya lagi, Zaf menonjok wajah Garal dan langsung menarik Rane serta mengambil tas istrinya di meja langsung membawanya keluar.
Rane yang merasakan kepalanya sakit hanya bisa menurut saat laki-laki yang menggunakan masker tersebut menariknya kedalam mobil.
Zaf langsung meninggalkan club malam itu untung saja Garal tak mengejarnya jadi memudahkan Zaf untuk membawa Rane.
Huekkk
Rane muntah mungkin efek dari minumannya
"Airr"
Zaf memberikan sebotol air yang langsung diminum Rane
Rane membuka matanya, kepalanya pusing karena tak pernah minum sebanyak itu, ia melihat wajah orang yang disampingnya, matanya kunang-kunang melihat wajah tersebut samar-samar.
"Garal kita mau kemana?" tanya Rane masih menyangka itu Garal
"Jangan sebut namanya Ella, Zaf nama yang boleh kamu sebut"
"Zaf? Hahaha laki-laki sok alim itu?" Zaf membiarkan Rane meracau tak jelas berbicara apa-apa namanya orang mabuk omongannya pasti gak jelas.
"Zaf cium gue, ciuman lo hot banget Zaf" ujar Rane sambil memonyongkan mulutnya, Zaf terkekeh beginikah orang mabuk? Ia baru melihat tingkah orang yang mabuk secara langsung.
"Ahh Garal sialan dia cium gue Zaf padahal gue maunya elo" Zaf hanya tertawa kecil sejujurnya ia senang jika Rane menginginkannya. Kata orang kalau mabuk juga bisa berkata jujur dan gak memungkinkan berbicara bohong.
Huekk
Rane muntah lagi, baunya mulai menyengat di mobil Zaf, gaun Rane pun sudah basah karena muntahan
"Duhh pusinggg"
Akhirnya mobil sampai juga di rumah, Zaf memarkirkan mobil dan langsung membopong Rane yang berbicaranya makin tidak jelas
"Zaff gue benci elo tapi gue mau elo"
Zaf membopong Rane seperi membawa karung, Adipati yang memang menunggu khawatir dirumah melihat Zaf membopong Rane sedikit lega namun saat mencium bau alkohol yang begitu menyengat Adipati hanya bisa menatap Rane,
"Yasudah kamu urus Rane ya Zaf, sabar sama sikapnya ya nak" ucap sang ayah, Zaf membawa Rane ke kamar.
Zaf melempar Rane di ranjang, ia tak akan membiarkan Rane menginjakkan kaki lagi di tempat seperti itu.
Zaf membuka high heels Rane, gadis itu sepertinya tertidur.
Zaf terpaksa menggantikan baju Rane yang basah dan bau karena muntah. Saat Zaf mengangkat kepala Rane untuk melepaskan gaun Rane, gadis itu menariknya sambil meracau
"Hiks hiks gue benci, gue benci" teriak Rane sambil memeluknya juga menjenggut rambut Zaf, Rane benar-benar kalau sudah mabuk kehilangan kendali, apa Rane pernah seperti ini sebelumnya bersama laki-laki lain? Zaf tak tahu Zaf hanya berharap istrinya mau bertobat.
Dan akhirnya Zaf kalah pada pendiriannya, istrinya benar-benar luar biasa membuat Zaf panas dingin, ingatkan Zaf untuk cepat mengajak Rane untuk ke KUA lagi.
"Maaf ya Ella" bisik Zaf setelah memastikan Rane tertidur, ia menarik selimut menutupi tubuh polos mereka lalu Zaf memeluk gadis yang kini sudah ia miliki seutuhnya.