Dua bulan berlalu, waktu rasanya berjalan cukup lambat sejak kejadian malam itu. Aku berusaha bangkit, dan kembali menata hidup. Mencoba melupakan kejadian yang terjadi sebulan ke belakang. Terus bersugesti dalam hati dan menganggap kejadian malam itu hanya mimpi. Lagi pula dua bulan ini aku tidak pernah melihat Raka di mana pun. Jadi larut dalam penyesalan juga tidak akan menyelesaikan masalah, lebih baik berjalan maju, berpikir positif, dan berharap yang terbaik. Hari ini aku sibuk membereskan barang di apartemen dengan bantuan Galih dan Ghina. Aku resmi keluar dari rumah dan pindah ke apartemen. Rencana pindah dari beberapa minggu yang lalu, tapi harus tertunda karena Kak Kinan melahirkan. Dan aku yang kebagian mengurus si kembar. Itu membuatku kewalahan karena mereka super aktif dan

