Chapter 16

1155 Words

Keberangkatanku ke Palembang pagi ini hanya diantar Galih ke Airport. Aku memberanikan diri untuk berangkat sendiri tanpa ditemani siapa pun. Rencananya Galih ikut, tetapi tidak dapat izin dari rumah sakit. Emang stress dia. Ya gak bakal dikasih izin. Lagi pula aku bukan anak kecil yang harus dimomong ke mana-mana. Kalau pun nyasar, teknologi sudah canggih sekarang. Jadi apa yang harus ditakutkan? Aku berani. Dan resenya Galih itu, dia menyerocos sepanjang jalan. Sudah seperti ibu-ibu yang anaknya hendak pergi camping ataupun study tour. Banyak sekali pepatah dan larangannya. "Pokoknya sampai sana lo harus kabarin gue, kalau ada apa-apa di hotel langsung telepon pihak hotelnya, kalau nyasar di jalan lo buka aplikasi Maps, makan harus tiga kali sehari, jangan lupa ngemil, jangan kerj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD