Chapter 18

975 Words

Sembilan Belas "Orang gak penting Sayang, malesi juga." Jawaban Steve membuat Meti menatap lama. Steve akhirnya berbalik dan meraih kepala Meti lalu menciuminya berulang. "Kalo gak penting kok galau, pasti Om bohong ya?" Steve menghela napas, ada rasa bersalah dalam dirinya, baru pertama kali membohongi Meti, tapi ia sedikit merasa tak bersalah karena ia hanya sebatas menolong Laksmi saja tanpa ada rasa apapun, meski kadang sekali-sekali timbul rasa sakit hati saat Laksmi menyebut nama laki-laki lain. "Nggak Sayang, ngapain aku bohong sama kamu, saat ini hanya kamu aja yang penting, yang lain gak ada artinya buat aku." "Trus, nanti jadi nggak jalan-jalannya Om?" Steve jadi bingung tapi akhirnya ia memutuskan untuk mendatangi Laksmi hanya sekadar memastikan saja keadannya. "Kayaknya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD