Dua Puluh Steve segera mengejar keluar, ia tarik lengan teman Meti yang sempat masuk ke kamar Laksmi tadi. "Kau teman Meti kan?" "Iya, saya yang biasa duduk-duduk sama Meti di gazebo depan kampus Om, saya Raga." "Aku minta tolong jangan katakan apapun padanya, aku bukan menyuruhmu berbohong tapi nanti akan aku jelaskan kalo kita ketemu lagi." Raga menatap mata Steve, dalam hati ia mengutuki laki-laki yang lebih tua darinya tapi dia terlihat lebih b**o dari dirinya, bodoh jika dia menduakan wanita sebaik Meti. "Saya bukan orang yang terbiasa mencampuri urusan orang, gak ada hubungannya dengan saya kan masalah Om, tapi jika ini ada hubungannya dengan Meti akan jadi masalah bagi saya, silakan Om mau berbuat apa aja, tapi kalo sampe dia dibikin sakit hati oleh Om jangan harap dia bisa ke

