Semburat jingga di sebelah timur kota menandai hadirnya pagi yang menggelora meski masih dipenuhi langit yang sedikit kelam pun dengan bulan yang belum benar-benar menghilang. Kedua pasangan itu segera membereskan diri terutama Ayyana yang sadar jika sang putra semalam tidak dipulangkan ke kamarnya. "Mas Liam, bangun!" Lirih Ayyana membangunkan sang suami. "Masih pagi, Ma," sahut Liam dengan suara serak. "Mas, coba ke kamar Rayya, Mas. Aku mau bangunin gak enak. Ini Kiano mesti nyari-nyari aku," ujar Ayyana yang terlihat panik. Sejurus itu, Liam menarik Ayyana untuk masuk ke dekapannya yang langsung mendapat cubitan kecil hingga membuat Liam meringis sakit. "Coba buka ponselku, Ma! Kemarin ada pesan dari Rayya," perintah Liam lirih seraya mengusap pinggangnya. "Ponselnya mana?" "Ada

