Pagi selalu indah dengan hadir sang mentari yang membawa cerah. Hari tak begitu pagi namun juga belum beranjak siang. Liam menatap jam analog yang berada di atas nakas. “Pukul berapa, Mas?” “Masih jam 6.” “Oo … oh, aku pikir udah siang. Soalnya kayak udah cerah banget langitnya.” “Hmm,” gumam Liam seraya mengecek laporan pada Macbooknya. Sejurus itu, tedengar pintu yang diketuk. “Masuk, Mi!” Perintah sekaligus ijin yang diberikan Liam pada Ibunya yang akan masuk. “Ada apa, Mi?” “Mami mau ke taman sama Kiano dan Mecka, kalian ikut?” “Kok ke taman, Mi? Bukannya siap-siap mau ulang tahunnya Kiano?” Tanya Ayyana yang keheranan. “Yang maksa Kiano sama Mecka, lagian sebentar aja kok!” “Oo … oh. Yaudah kalau begitu! Sejenak, Ayyana menatap suaminya yang sibuk dengan Macbook yang jela

