"Kamu gak berpikir akan cerai dari suamimu kan, Nak?" Tanya Malya seraya menatap sepasang iris hitam penuh kejujuran disana. Sejurus itu tatapan Ayyana berubah nanar. Terlihat sekali jika Ayyana menyimpan luka hingga dipenuhi duka. "Ayyana gak tahu, Mi. Tapi jujur, Ayyana sudah gak bisa bertahan lebih lama..." "Jika suamimu tidak berubah," lanjut Malya melanjutkan perkataan Ayyana. Malya tak ingin kehilangan Ayyana beserta cucunya, maka dari itu dirinya lebih memilih memohon untuk keluarganya daripada menyuruh sang putra yang menurut Malya mulai dungu itu yang meminta. "Mami mohon, Nak. Pikirkan sekali lagi. Mami janji, Liam gak akan membawa wanita itu lagi dan lainnya." Sejurus itu, tatapan Ayyana kembali terbelalak kala mendengar ucapan Malya. "Mami tahu?" "Sepandai-pandai rubah b

