Ayyana's Progress

2170 Words

“Ra, hari ini kamu ada acara?” Tanya Ayyana dengan semangat melalui telepon genggam. “Gak ada, Mbak. Ada apa?” “Anterin Mbak belanja. Sekalian ke salon kalau bisa.” “Oke deh, Mbak. Mecka nanti biar sama Mami di rumah,” sahut Rayya menyetujui ajakan kakak iparnya. “Kamu di rumah Mami?” “Iya, Mas Dewa lagi ngurusin bisnisnya yang di Jogja mbak. Palingan cuman sehari.” “Oke, deh. Kira-kira satu jam lagi Mbak hubungi. “Sip deh. Aku tunggu,” sahut Rayya antusias. “Assalamualaikum.” Tutup Ayyana lembut dengan salam di akhir pembicaraan. “Wa’alaikumsalam.” Rayya menjawab dengan suara yang renyah. Ayyana mengembuskan napas lega karena ada adik ipar yang mau menemani. Seharusnya sedari dulu, dia sudah harus rajin ke salon dan belanja setelah menikah agar tidak terlalu bodoh dan kaku seper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD