Mengungkit Masa Lalu

1218 Words
" Oh ya, aku belum selesai nih boleh di lanjutin?" tanya Afy senyum - senyum. Keyla mengangguk " Eumm beberapa tahun lalu waktu aku baru stay [tinggal] beberapa bulan di Indo, aku diajak teman untuk menghadiri acara Jakarta Fashion Week terus pandangan aku tertuju pada seorang wanita yang sangat cantik dan anggun. Aku kira dia seorang model atau artis yang ikut berperan dalam peragaan busana di acara itu ternyata dia duduk di kursi penonton menonton acara dengan asyiknya. Pandanganku dari awal acara sampai akhir bukan lihat peragaan model tapi malah menatap wanita itu terus. Kursi kami berseberangan. Setelah acara selesai aku niat buat nyamperin dia tapi secepat kilat dia hilang dari pandangan mata, aku cari di mana-mana gak ketemu. Ya udah aku pasrah karena memang gak tahu mau cari tahu tentang dia ke siapa. Kebetulan Aku diterima bekerja di salah satu BUMN penempatan Jakarta, selama tiga tahun aku jalanin sampai akhirnya aku di pindahkan ke Bandung. Awalnya aku menolak disini karena semua keluargaku ada di Jakarta. Tapi setelah dipikir-pikir ya gak apa-apa pengen hidup mandiri sendirian di kota orang cari pengalaman baru. Aku keliling Bandung cari rumah sampai aku lihat ada rumah kosong di komplek ini. Suka sih sama suasana kompleknya jadi aku putusin untuk pilih rumah ini. Beberapa hari tinggal disini sebuah keajaiban datang" jelas Afy antusias " Apa tu?" Keyla penasaran " Waktu jogging [olahraga lari santai] aku melihat seorang cewek yang juga lagi jogging keliling komplek ini, hati aku deg-degan dan aku merasa lagi dapat grand prize [hadiah andalan] saat itu. Gak nyangka Cewek yang selama tiga tahun itu menghilang tiba-tiba ketemu disini dan kebetulan tetangga dekat aku, Alhamdulillah aku bersyukur dan senang banget hari itu, Seperti takdir yang menuntun membawa kesini" " Maksud kamu? cewek itu?" " Kamu!" kejut Afy " Aku??" Shock [Terkejut] dan gak percaya mendengar kata-kata barusan. Mengingat kejadian beberapa tahun lalu saat di Jakarta. Afy mengambil hapenya membuka galeri mencari foto beberapa tahun lalu, menunjukkannya ke Keyla. Terlihat seorang wanita berhijab hitam sedang duduk tersenyum melihat acara Fashion Week saat itu. Keyla kaget gak karuan. " Aku fotoin kamu saat itu hehe maaf Key " " Bisa ya, aku gak nyangka (masih kaget) kamu se effort [usaha] itu" geleng-geleng kepala masih dengan mulut ternganga " Im your fan [aku penggemarmu] hehehe gitulah aku kalau udah suka sama cewek" akui Afy sambil garuk-garuk kepala Keyla masi melihat foto-foto di galeri Afy. Terlihatnya lagi fotonya yang lagi berada di biang lala Singapura dan fotonya tertidur di pesawat. " Banyak ya foto aku! kamu penguntit ya! Wah bisa di laporin nih motoin orang diam-diam" canda Key Afy tertawa lebar. " ya udah laporin aku ikhlas sayang" ucap Afy senang Keyla hanya menggelitik pinggang Afy " Curang ya kamu" ucap Keyla Afy masih terkekeh. "Sekarang gantian cerita tentang mantan kamu" pinta Afy " Males ah" ucap Key Afy mulai menggelitik kembali pinggang Keyla hingga gak sadar Afy berada di atas keyla di sofa. Dengan posisi duduk sedikit berbaring di lengan sofa. Saling menatap sesaat. Jantung keyla mulai berdebar begitupun Afy. Afy menatap wajah Keyla semakin dekat. Keyla makin deg degan dan mengalihkan suasana. "Aww kaki aku Fy! kamu injak" ucap Keyla Afy terbuyar " Maaf sayang" mengelus kaki Key yang sakit. "Huuhh" lega Key sambil membolakan matanya. Mengatur kembali nafasnya yang terengah-engah karena deg-degan tadi. " Ayoo ceritaa!" pinta Afy kembali teringat " Okey okey mantan pertama waktu masih SMA masih zaman cinta monyet, putus karena dia pindah keluar kota untuk kuliah. Kedua waktu kuliah putus karena ketahuan selingkuh dengan teman dekat aku. Ketiga waktu kerja putus saat aku tahu kalau aku menderita tumor otak jadi aku gak mau dia tahu dan aku milih untuk sendiri supaya gak ngebebani dia. Okey done [Selesai]" ucap Keyla santai " Kamu yang secantik ini aja di selingkuhin? terus dia mau cari yang gimana lagi?" tanya Afy heran " I dont know [aku tidak tahu] , (menaikkan bahunya) yang seksimungkin" ucap Key " Teman kamu seksi?" tanya Afy lagi " Yes gak berhijab, sering pake baju yang terbuka sih jadi ya gitu khilaf kebobolan langsung di nikahi dong... taulah mata lelaki zaman now [sekarang] kan pantang lihat cewek seksi" celetuk Keyla " Tapi mata aku gak kek gitu Key, emang kamu lihat aku gimana?" kesal Afy " Aku kan gak bilang kamu, jangan marah dong hahah" ledek Key " kamu bilang mata lelaki zaman now" kesal Afy " Iya kecuali kamu, puas?" " Kamu percaya kan sama aku? Salah satu yang buat aku suka sama kamu itu karena kamu berhijab. Banyak cewek yang seksi di luaran sana tapi aku gak tertarik " ucap Afy lagi " Iya iya aku tahu, udah lihat kok" ucap Key " Lihat apa?" tanya Afy " Gimana kamu di rayu sama si Z waktu itu di cafe hahaha" ledek Key " Ciihh jijik lihatnya, murahan" kesal Afy Keyla hanya tertawa " Jadi kalau aku yang goda kamu tergoda gitu?" pancing Keyla " Jadi kamu mau godain aku nih?" tanya Afy semangat " Gaaaak gak gak jadi!" berteriak jadi salah tingkah " Kalau kamu goda gak apa kok, aku langsung nikahin kamu!" dengan semangat menggebu-gebu. Keyla melempar bantal sofa ke Afy. " Kamu masih temenan sama teman kamu yg nikung itu?" tanya Afy lagi " Masih..ya tapi gak deket lagi" " Wah hebat kamu Key masi nerima temen kek gitu" ucap Afy " Ya lagian udah terjadi, buat apa marah, dari situ kan aku jadi tahu gimana sifat asli mereka..dan Tuhan tunjukin kalau mereka orang yang jahat...untung saja" ucap Keyla " berapa lama emang pacarannya?" " Gak lama, baru sebulan udah ketahuan belangnya haha" Afy geleng-geleng kepala " Buta mata tu cowok" kesal Afy " Nah terus mantan terakhir waktu kerja? berarti sekantor?" tanya Afy lagi. Keyla mengangguk " Berarti ketemu tiap hari dong?" penasaran lagi Keyla mengangguk " Berapa lama pacarannya dan kapan putusnya?" cecar Afy " Dua Tahun, putusnya sekitar setahun yang lalu" ucap Key " Dan dia masih sering hubungi kamu?" " Terkadang, di kantor sih masih sering nyamperin. kadang di tungguin kalau lembur dan pulang kerja." ucap Key Afy mulai panas mendengarnya. " Dia gak penasaran kenapa diputusin ?" kepo Afy " Ya sampai sekarang masih penasaran, cuma aku tetap gak mau kasih tahu ke siapapun tentang sakit ini kecuali pak Indra. Sebenarnya dia baik banget jadi aku gak mau ngebebaninya" " Ehm.. masih cinta?" mulai panas " Enggak, udah aku anggap teman kok" jawab Key " Terus kenapa gak mau ngebebani?" cecar Afy lagi " Ya gak semua orang bisa nerima orang penyakitan kek gini Fy" " Tapi aku bisa Key, aku tahu dan aku gak peduli kamu mau sakit apa, terus kenapa kamu mau nerima aku?" tanya Afy " Kan awalnya aku nolak, tapi kamu datang terus ya lama-lama perasaan itu muncul.. karena kamu mau terima aku yang kek gini ya sudah" jelas Key " Tapi aku cemburu kalau kamu tiap hari ketemu sama mantan kamu" Afy cemberut " Ya gimana, kan sekantor" " Kamu resign [mengundurkan diri] aja deh" canda Afy " Hmmhh hmmm mulai mulai" kesal Key " Nanti kamu jatuh cinta lagi gimana?" mulai khawatir " Enggak sayang, udah gak ada perasaan sama sekali" Keyla menenangkan " Yauda mulai besok dan seterusnya aku yang antar jemput kamu" " Kamu masih sakit!" teriak Key " Udah sembuh kok" " Jangan bandel!" kesal Key Afy hanya tertawa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD