Undangan

2050 Words
Siang ini mama afy sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Afy berkemas barang-barang mamanya sementara papanya mengurus administrasi. Lega rasa mereka karena mamanya mulai membaik setiap harinya. Tiba hendak pulang Nadine datang lagi di jam yang sama. " Assalamualaikum siang aunty, uncle [tante, om] ucapnya membuka pintu " Eh pulang hari ini kah?" tanya nya lagi. Afy yang malas menghadapinya hanya berdehem. " Ngapain lagi? kan kemarin udah jenguk?" ucap afy ketus Mamanya ngerti kalau afy gak suka dan langsung memotong pembicaraan. " Eh gapapa yuk masuk dulu, aunty [tante] belum pulang kok" ucap mama afy " udah makankah semua? Nadine bawa makan siang nih yuk makan bareng lagi" ajaknya. Afy berhenti berkemas dan melirik mama dan papanya. Seperti memberi kode ke Afy dari tatapan mata, mama afy mengiyakan karena menghargai Nadine. " Oh ya, terimakasih ya Nadine udah repot-repot bawain makan siang" ucap mamanya " Iya tante tak masalah" ucap nadine lagi. " Afy ayuk makan dulu" ajak mamanya Afy hendak menolak tapi mamanya menatap Afy penuh kode lagi. Dengan malas afy melangkah mengambil makanan. " You tak busy kah [Kamu tidak sibuk kah?]" tanya Afy " No [Tidak], santai" ucap Nadine " Naik grab lagi?" tanya Afy memastikan " Enggak, bawa mobil kok" jawab Nadine " Oh good lah" lega Afy " Hmmm kenapa? kamu takut aku nebeng lagi kan? Hmmh baru sekali aja nebeng udah gitu sedih deh" ucap Nadine sambil bercanda. Mama dan papa afy hanya tersenyum. Mamanya tau kalau anaknya gak suka dengan Nadine. Setelah makan mengobrol sebentar dan Nadine izin pamit ngantor lagi karena gak bisa berlama-lama. Afy mengantarkannya ke depan pintu. " Oh ya wait [tunggu]" Nadine mengeluarkan undangan dari tasnya. " Nih datang ya, ultah I *Baca: Ai* [I : Saya] sabtu nih" (logat malaysia) " Masih ada acara beginian?" ledek afy memandang kartu undangannya Nadine hanya memukul lengan afy. " wajib datang!" pinta Nadine " InsyaAllah kalau belum balik ke Indo" " Ih secepat itu kah?" " Kan aku kerja, cutinya cuma seminggu gak bisa lama" " Hmmm, padahal Keyla datang juga tuh" pancing Nadine Afy langsung menoleh dan merubah ekspresi. " Eumm yauda ntar di usahain" ucap afy. Padahal Nadine belum kasih undangan ke Keyla. *** Pulang kerumah bukannya istirahat malah mama Afy langsung ke dapur memasak bolu. Mama meminta Afy membantunya memasak banyak hari ini. " Buat apa sih ma masak sebanyak ini? mama juga baru pulang loh harus banyak isitrahat" " Biarin aja mama kamu, udah lama gak handle kitchen [Megang dapur] sambung papanya yang masih beberes. Mamanya hanya tersenyum dan terus melanjutkan pekerjannya sampai sore semua makanan sudah hampir selesai. Mamanya menyuruh Afy mandi kemudian menjemput Keyla untuk makan malam bareng keluarga mereka. Afy kaget mendengar perintah mamanya. Bisa-bisanya ia gak dikasih tau dulu. " Kalau Keyla gak mau gimana dong?" pesimis Afy " Mama yang ajak, ntar kamu telpon mama terus kasih hapenya ke dia biar mama yang ngomong. gampang kan?" ucap mamanya mantap " Mama!" kesal afy " Udah sana-sana!" senyum dan meninggalkan Afy. Afy mengikuti kemauan mamanya. Berpakaian rapi dan keren dengan parfum yang semerbak. Rambut yang tertata rapi mengendarai mobil dengan cepat ke apartemen. Keyla terheran didepan pintu. Afy memberitahu semuanya ke keyla. Segan untuk menolak dan bersiap untuk kerumah afy. Keyla menyesuaikan gaya berpakaian afy yang rapi. Tak kalah ia juga berpenampilan anggun dan sangat cantik. Afy terpesona lagi melihatnya. **** " Mama kenapa gak kabarin key dulu, mendadak banget ngasih taunya jadi kak afy lama nunggu key bersiap" ucap keyla " gak apa-apa hehe, mama mau buat syukuran kecil-kecilan aja karena sudah pulang dari rumah sakit" ucap mamanya Rio turun dari kamarnya menuju meja makan " Oh ya key, ini adikku Rio.. Rio kenalin ini Keyla teman kakak" ucap Afy saling memperkenalkan mereka " Teman atau pacar kak? Ehm.. Rio" meledek afy sambil bersalaman dengan key. Keyla tersipu malu dan Afy salah tingkah. sementara papa dan mamanya hanya tersenyum. Mereka makan sambil mengobrol dengan asyiknya. Tak lupa selesai makan mamanya menghidangkan makanan penutup. Keyla sudah semakin akrab dengan mamanya Afy. tak terasa jam terus berjalan hingga waktu menunjukkan sudah pukul 09.00 malam. Keyla pamit pulang diantar oleh Afy. " Makasi ya key udah mau nyempatin datang" " Sama-sama kak" ucapnya melihat Afy berbalik meninggalkan apartemennya. *** " Kak, ini dari mamanya Afy" menyodorkan bungkusan yang di bawanya. " Acara apa?" tanya Rey " Syukuran, mamanya baru pulang dari rumah sakit hari ini" ucap Key " Oh gitu bilang makasi ya" " Oh ya key ada undangan nih dari Nadine" menyodorkan undangan " Undangan married [Nikah]?" tanya key penasaran " Enggak, haha birthday party [pesta ulang tahun] " Ouu kirain.. galau dong kakak gue haaha" canda Keyla " kapan?" tanya key lagi " Sabtu malam" jawab rey " Eumm key pulang sabtu atau minggu ya? " minta pendapat " Astaga iya ya kamu tinggal beberapa hari lagi disini, maaf maaf kakak sampe lupa tapi kakak belum ajuin cuti gimana tuh?" ucap Rey " Yauda gak masalah loh, kakak gak usah cuti. Key bisa pulang sendiri kok" " Tapi kakak gak yakin, nanti kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana?" " Kak please [tolong], keyla udah besar. Lagian udah jauh membaik kok sekarang.Key pulang sendiri aja oke" pintanya " Yauda besok kakak coba ajuin cuti dulu kalau gak dikasih nanti kakak pikirin lagi" " No! keyla sendiri pokoknya!" ucapnya bawel. " Oh ya key, besok temenin kakak pulang kerja ya" ucap rey teringat ultah Nadine " kemana?" " Beli kado" ucap Rey senyum " Ceileeehh pantes ngajak, untuk pujaan hati ternyata ckck" ejek Keyla " Hmmmmmh" hanya berdehem. sejenak Keyla berpikir tentang Nadine. kalau dipikir sepertinya Nadine tidak menyukai Rey mengingat kejadian di rumah sakit. tapi Keyla tidak mau membuat kakaknya sedih. untuk saat ini dia hanya membantu kakaknya mewujudkan keinginannya. Mungkin juga pendapat keyla salah tentang Nadine karena Nadine dan Afy kan teman lama yang sudah lama tidak berjumpa. Maka dari itu dia gak mau berpikiran negatif dulu. *** Pagi- pagi sekali afy sudah datang menjemput Keyla untuk terapi, sengaja datang sebelum Rey berangkat kerja supaya bisa mengobrol lama dengannya. Keyla geleng-geleng kepala lihat tingkah Afy yang kayak kurir itu. Tiba-tiba udah sampai depan pintu. Tiba-tiba ngajak pergi, keyla tepok jidat. Rey mengajak afy sarapan bertiga.Mengobrol dan tiba-tiba pembahasan Rey sampai ke tiket pesawat. Sontak afy langsung menyambung pembicaraan mereka. " Keyla udah selesai pengobatannya?" tanya Afy " iya kak udah sebulan cuti. kembali kerja lagi, next [selanjutnya] bulan depan cuti lagi sebulan untuk berobat" jelas Key " Kapan mau pulang? Aku juga mau pulang karena cuma cuti seminggu" jelas Afy " Nah kalau gitu kalian samaan aja pulangnya. Kan keyla jadi ada teman pulang. Kakak gak jadi ajuin cuti hari ini" ucap rey lega Afy langsung senang mendengarnya. " Oh ya udah gak apa key sama aku aja" ucap Afy Keyla melihat kakaknya. Afy langsung inisiatif. " Aku izin ya Rey pulang sama Keyla, aku janji bakal jagain dia pulang kerumah dengan selamat" ucap Afy meyakinkan. Sontak Rey tertawa. " iya iya.. tuh Key sama Afy ya kakak udah kasih surat kuasa... di jagain ya adik gue bro jangan sampai kenapa-kenapa" canda Rey. " Siaap bos" jawab Afy Mereka pun tertawa bersama. Keyla hanya manyun sambil melirik mereka berdua gak bisa nolak karena memang tujuan mereka sama-sama akan balik ke Indonesia. Senang banget rasanya bisa pulang bareng sama Keyla satu pesawat. Hal yang gak pernah dibayangin afy sebelumnya. Afy langsung memesan tiketnya untuk hari minggu karena di sabtu mereka akan menghadiri undangan Nadine. Afy menemani Keyla terapi dan mengantarkannya pulang kembali. Di perjalanan keyla sangat mengantuk dan tertidur padahal sudah mau sampai. Tak tega melihatnya Afy membiarkannya tertidur dan tak membangunkannya. Sambil menunggu Afy memarkirkan mobilnya di basemen apartemen. Menyetel kursi Keyla agar ia nyaman. Keyla tertidur dengan nyenyak Afy puas memandangi key tidur sampai satu jam lebih. Dibangunkan oleh dering telpon di hape Keyla ia memegang dan menyipitkan matanya melihat layar hape. " Assalamualaikum iya bu" ucap Keyla menjawab telepon dari Bu Indra " Waalaikumsalam keyla apa kabar? gimana keadaannya? udah terapi hari ini?" di cecar banyak pertanyaan. Menoleh ke Afy yang duduk diam sambil bermain hape. Keyla ingin ngomong tapi masih nelpon. Afy hanya tersenyum memberi kode ke keyla untuk melanjutkan teleponnya. " Alhamduillah baik bu, sudah selesai terapi kok ibu apa kabar?" tanya nya lagi " Baik baik.. oh ya key kapan pulang? " tanya bu Indra lagi " InsyaAllah minggu bu" jawab Key " Naik pesawat apa jam berapa biar nanti Ibu dan Danish yang jemput ke bandara" ucap bu indra cepat " Eumm.. (keyla teringat Afy) gak usah bu, gak usah di jemput Keyla sama temen" ucapnya menjelaskan " Oh ya? siapa? " tanya bu Indra Keyla hanya diam " Oh oke oke baik kalau begitu nanti kabari ya kalau udah sampai rumah" ucap bu Indra mengerti " iya bu" " Assalamualaikum" salam bu Indra " Waalaikumsalam" tiit " Aduh maaf aku ketiduran ya kak.. udah berapa lama? (melihat jam) astaga satu jam lebih (menutup matanya dengan tangan kiri) bisa-bisanya ya" ngomel sedari tadi afy hanya teesenyum melihat Key sambil memandanginya dengan tatapan yang dalam. Karena gak ada tanggapan dari Afy keyla menoleh dan menatap wajahnya. Afy terbuyar dan mulai ngomong. " Oh gak apa-apa kok, kalau masih ngantuk tidur aja lagi" ucap afy menenangkan " Gak gak.. eh ini udah sampe ya..ya ampun.. yuk kak" ajak Key kemudian mikir lagi " Eh maaf kak maksudnya makasi udah nganterin dan nungguin aku tidur, maaf ngerepotin" tambah key " Yuk" Balas Afy " Gak gak gak usah, sampai sini aja kak aku bisa sendiri kok naik keatas gak perlu dianterin" mulai salah tingkah " Gak apa-apa, tadi kan udah diajak berarti kamu mau aku singgah dulu ya" ledek afy bercanda " Eh enggak gitu maksudnya euumm" keyla jadi susah menjelaskan. Afy langsung keluar dan membukakan pintu mobil Keyla menyambut tangannya untuk keluar dari mobil. " Yuk" ajak afy Keyla salah tingkah lagi dan mengikuti Afy menuntun jalannya sampai ke atas. " Kamu mau aku masuk kan?" tanya Afy " Enggak bukan gitu maksudnya kak" ucap keyla lagi menjelaskan " Oh jadi gak mau di temenin? kamu sendiri di sini?" tanya afy Keyla mengangguk " Ibu ART gak masuk?" tanya afy " Udah gak masuk lagi karna kan hari ini aku terakhir terapi untuk satu bulan ini kak rey mintak dia kerjanya senin sampai jumat dari pagi sampai sore untuk nemenin aku di sini sekalian anterin terapi, terus tadi udah ditemenin sama kamu kan. Biasanya ibu itu hanya beres-beres aja sih tiap sabtu pas kak rey weekend, jadi bulan depan lagi kerja full day [hari penuh] nya kalau ada aku disini" jelas Key Afy mengangguk ngerti. " Yauda aku temenin" pinta Afy " Tapi" ucap key " Udah di kasih surat kuasa tadi sama Rey buat jagain kamu" " Kaak afy!" teriak key kesal " udah kamu istirahat aja, aku gak macem-macem kok" " Iya akunya yang gak nyaman" ucap key " Ouu oke baik kalau kamu gak nyaman di samping aku, aku pamit" pura-pura merajuk " Eumm maksudnya bukan gitu kak" key berusaha menjelaskan. " Yauda gak apa.. nanti kalau butuh bantuan telepon aja ya" ucap Afy bergegas pergi. Keyla mulai gak enak dengan perkataannya karena Afy langsung berubah padahal pura-pura ngambek. Afy pamit dan wajah keyla sedih. Berharap afy gak pergi tapi ia juga gak ngerti dengan perasaannya. Lima menit kemudian Afy kembali lagi. Keyla membuka pintu dengan senang. " Handphone aku ketinggalan" kata Afy Keyla mengambilkannya kemudian pergi lagi. Setengah jam kemudian Afy balik lagi. " Makan siang untuk kamu supaya gak capek-capek masak lagi.. higinis dan rebusan semua kok, no MSG tenang aja" ucap Afy meyakinkan. Keyla menerimanya dan mengucapkan makasi. *** Malam ini Keyla menemani kakaknya berbelanja kado untuk acara Nadine besok. Keyla memilihkan kado terbaik yang disukai Nadine. Tak lupa pula keyla membeli kado darinya untuk calon kakak iparnya itu. Rey sangat antusias sekali untuk acara esok. Selain itu Rey juga mempersiapkan kostum terbaiknya atas pilihan adiknya. Keluar dari ruang ganti berpenampilan keren menunjukkan ke adiknya. " Wow amazing my handsome brother! [wow luar biasa, kakakku yang tampan!] pasti besok kak Nadine jatuh hati dan menerima kakak" ucap Key meyakinkan Rey hanya tertawa dan yakin atas selera adiknya itu. Keyla juga membeli gaun pesta karena ia tidak membawa gaun pestanya di koper. Tujuannya berobat dan tak terduga dapat undangan pesta dari calon kakak iparnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD