Key masuk ke kamarnya dengan perasaan galau gundah gulana.Masih khawatir dan sedih tak terasa diujung matanya berair kala ia memikirkan afy.
Seribu pertanyaan menyerbu otaknya sampai dia gak sanggup lagi untuk mikir berat. Hingga pusingnya kambuh dan setelah makan obat dia pun tertidur.
Beberapa jam telah berlalu dan rey membiarkan keyla tertidur nyenyak. Handphonenya berdering dan keyla mengangkatnya tanpa melihat siapa penelepon.
Dari ujung telepon terdengar suara yang dikenalnya.
" Key, afy udah sampai ya beberapa jam yang lalu. Maaf baru hubungi kamu sekarang soalnya tadi langsung ada meeting [rapat]"
" Iya gapapa lanjut kerjaannya aja dulu" jawab keyla dengan mata yang masih terpejam antara sadar dan enggak.
" Yauda nanti aku telepon lagi ya kalau udah senggang" ucap afy lagi
" Okey" tiit
Keyla langsung tertidur lagi tanpa sadar dia seperti tidak bisa menahan rasa kantuk dan lelahnya.
Rey sudah selesai membereskan rumah dan masak.bKey tertidur sampai sore hari. Rey pun membangunkan keyla yang sudah berjam-jam tidur.
Rey mengetuk pintu dan dilihatnya key masih terpejam.
Dideketinnya keyla dan perlahan memanggil namanya.
Dari kuping keyla sayup-sayup terdengar suara panggilan namanya kemudian dia tersadar langsung membolakan matanya dan memanggil nama afy.
" Key, kamu mimpi?" tanya rey heran
" Astagfirullah udah jam berapa kak?" tanya key
" Udah sore menjelang maghrib, kamu tidurnya lama banget sengaja kakak gak bangunin kayaknya kamu kelelahan" ucap rey
" Astagfirullah dari tengah hari aku tidur sampe sekarang" Gumam key lagi
" Kamu mimpi apa?" tanya Rey kembali
Key kembali mengingat mimpinya dan wajahnya kembali murung kemudian dia beranjak dari tempat tidurnya menghidupkan televisi kembali.
"Gimana perkembangan beritanya kak? udah ditemuin belum korbannya?" Tanya key lagi gak sabaran mencari berita tentang pesawat yang jatuh tadi.
" Kakak lihat belum ada yg ketemu tapi ada beberapa pakaian dan barang-barang milik korban yg ditemukan tim sar" Jelas rey
" Kamu baru bangun minum dulu gih habis itu mandi" perintah rey lagi
" Aku gak enak badan kak lagi demam malas mandi" ucapnya
Rey langsung memegang kepala key dan benar saja terasa suhu badannya hangat.
" Kakak siapin kompres ya" Rey langsung bergegas turun mengambil kompres dan obatnya.
Key masih mengingat kata-kata yang diucapkan afy sebelum pergi bahkan pada saat di bandara afy bilang kalau kakinya berat melangkah pergi. Key berucap dalam hati "apakah itu salah satu pertanda kalau afy punya firasat gak enak ya sebelum dia pergi"
" Ahhh" Keyla memijit kepalanya kembali
Rey masuk ke kamar membawa kompres di tangannya.
" Key tidur dulu biar kakak kompres" pinta rey
key hanya menurut sambil isi kepalanya terus memikirkan afy. Tiba-tiba dia ingat mimpinya tadi pada saat afy menelpon dan berusaha meyakinkan diri kalau itu mimpi. Tapi hatinya menolak karena penasaran key langsung beranjak lagi dari tidurnya dan handuk di kepalanya terlempar.
" Kenapa key?" Tanya afy kaget
" Hape kak" singkat key
Di ceknya Hape tidak ada chat baru dari afy dan dilihatnya log panggilan terakhir dan tap matanya membola membaca nama tersebut. Di ceknya jam panggilan terakhir ada di jam 15.00 wib sekitar 2 jam yang lalu.
" Nyata!" Kata key kaget
Tanpa pikir panjang key langsung menelpon afy kembali tapi nomor yang dituju masih tidak aktif.
" Hah? Mimpi?" Masih dengan pertanyaan yang menerka-nerka.
" Apaan sih key? " tanya Rey heran melihat kelakuan key yang heboh sendiri sedari tadi.
" Kak liat deh ini panggilan masuk kan di jam segitu, aku gak salah liat kan?"
" Dari afy?" tanya Rey lagi
" Iya"
" Iya nih benar dia ada nelpon kamu tadi dan ada percakapan sekitar tiga menit" jelas rey
" Tapi aku gak sadar kak rasanya seperti mimpi" jelas key lagi
" Mungkin karena kamu terlalu lelah sampai gak tahu bedain mana yang nyata mana yg mimpi" jelas rey
"Tapi serius ini ada dalam mimpi aku juga kak , tapi kenapa kebawa sampe ke dunia nyata" ucap key linglung
" Anggap aja itu nyata key" ucap rey menenangkan
" Tapi nomornya masih gak aktif kak!" ucap key dengan nada tinggi
" Ya positif thinking [pikiran positif] aja mungkin dia masih kerja dan hapenya lowbat. Nanti dia akan hubungi kamu lagi mungkin tenang dulu ya positif dan doa aja sekarang kamu kembali tidur sini biar kakak kompres" ucap rey dengan sabar
" Hmmmh" Keyla hanya menghela nafas mengikuti instruksi Rey sementara masih terus penasaran.
" Udah jangan tidur lagi nanti kamu mimpi lagi" ledek Rey.
Satu jam kemudian key mencoba menghubungi ulang afy dan tuuut benar saja nomornya terhubung.
Dag dig dug serr ada perasaan deg degan dan sedikit lega sambil menunggu sahutan dari balik telepon.
Tidak diangkat.
Key menelpon ulang dan tuuuut beberapa saat kemudian terdengar suara yang ditunggu-tunggu.
" Assalamualaikum, maaf key afy lagi mandi tadi baru sampai hotel" jelas afy diujung telepon
Perasaan lega menghampiri keyla sampai ia tak bisa berkata-kata. Tak terasa air matanya kembali menetes.
" Key.. haloo" sapa afy lagi memastikan keyla
" Halo iya fy, ini kamu kan? tanya keyla memastikan lagi seakan gak percaya.
" Lha iya ini aku jadi siapa lagi?" kekeh afy
" Kamu udah sampai fy? jam berapa sampainya? tadi ada nelpon ya?" tanya keyla tanpa jeda
" Udah key aku sampai jam sebelasan dan maaf aku gak langsung kabarin kamu karena aku langsung meeting [rapat] udah di tungguin sama client [teman bisnis] karena tadi itu pesawatnya delay [tunda] satu jam. Makanya aku dah telat dan buru-buru ke lokasi. Tadi aku udah hubungin kamu beberapa jam lalu itu kamu yang angkat kan? kok kamu nanya lagi?" afy heran.
" Iya tadi waktu kamu nelpon aku lagi tidur jadi gak sadar, aku kira lagi mimpi" Jelas key
" Oo pantes suara kamu kek lemas dan gak jelas gitu" ucap afy lagi.
"Iya mungkin terlalu lelah jadi aku ketiduran berjam-jam" ucap key
" Gimana kondisinya key? udah pulang?" tanya afy
" Udah pulang udah membaik kok, kamu gimana? gak kenapa-kenapa kan?" tanya keyla
" Alhamdulillah, syukurlah kalau gitu jangan banyak pikiran key kurangin stress biar gak sakit lagi, Aku gak kenapa-kenapa kok" ucap afy
" kamu udah lihat berita belum?" tanya key memastikan
"berita apa? eumm oh ya tentang selebgram itu ya?" afy teringat kejadian tadi pagi di bandara dengan selebgram tadi.
" Kok selebgram sih"
" Jadi?" tanya afy penasaran
" Coba deh kamu nyalain televisi dulu cari berita yang lagi viral sekarang" pinta key
" Sebentar ya" afy menyalakan tv dan langsung saja berita yang muncul tentang pesawat terjatuh.
" Astagfirullah innalillahi wa inna ilaihi rojiun, ini kejadiannya hari ini ya?" tanya afy
" Iya hari ini, pesawat dari bandung tujuan samarinda di jam yang sama dengan kamu" kata key cepat
" Astagfirullah pesawat yang tadi tuh, jadi tadi ada informasi delay karena cuaca buruk tapi pesawat merek S Air baru aja takeoff [terbang] gak keburu nginfoin jadi imbasnya kesitu mungkin kenak turbulensi atau sambaran petir jadi pilot hilang kendali mungkin, hanya Tuhan yang tahu " Jelas Afy
" Hmmm.. aku pikir itu kamu, aku kirain kamu salah satu korbannya" ucap key sedikit kesal
" Ahamdulillaah aku masih di kasih umur untuk bicara sama kamu lagi.. Eumm kamu udah khawatir ya?" gombal afy
"Eummm nama panjang kamu siapa sih?" tanya key mengalihkan percakapan
" Raffy Elghaza Albern, kenapa Keyla Delaney Celine?" tanya afy sambil menyebutkan nama lengkap key
" Loh kok kamu tau nama panjang aku?" heran key
" Ya tau lah, Dari nama turun ke hati...hehe kamu nya aja yg gak pernah nanyak nama lengkap aku" ucap afy lagi
" Berarti kamu pernah nanyak nama lengkap aku?" tanya key lagi
" Ya gak pernah sih cuma aku cari tau sendiri hehe" gombal afy lagi
" Astagaa afy segitunyaa" ucap key mengheran
" Masak aku suka sama seseorang tapi aku gak tau nama lengkapnya kan lucu" celetuk afy dan key terdiam.
" Oh ya tadi korban pesawat itu juga ada nama Raffy tapi Raffy wardana jadi aku kira itu kamu karena sama-sama raffy dan aku gak tau nama lengkap kamu jadi aku menduga itu kamu" jelas key lega
Afy tertawa sekaligus senang karena key mengkhawatirkannya.
" Jadi kamu sempat khawatir ya key" goda afy
" Eumm enggak" jawab key ketus
" Wah kirain kamu khawatir, ternyata kamu berharap itu aku ya? " canda afy lagi
" Enggak loh afy! gak ada yang pengen dengar berita duka apalagi dari orang yang kita kenal!" celetuk key kesal
" Eum maaaf jadi buat kamu marah key, aku cuma bercanda kok"
" iya tapi waktunya gak tepat" cetus key datar
" Iya maaf maaf aku salah, insyaAllah aku masih selamat kok tapi gak tahu pulangnya nanti gimana semoga aja gak terjadi apa-apa" ucap afy sedikit menakuti key
" Afy! stay positif !!" cerewet key lagi.
" Iya iya maaf tapi yang aku bilang ada benarnya juga kan kita gak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, rezeki jodoh maut gak ada yang tahu. Jodoh dulu yang hampiri atau maut dulu hanya Allah yang tahu" ceramah afy
" Iya iya udah ah gak usah ceramah" kesal key karena sebenarnya key masih khawatir. Ditambah afy ngomongnya seperti itu masih ada waktu pulang naik pesawat lagi membuat keyla jadi takut. Ya walaupun saat ini perasaannya sudah lega dan ajaibnya demamnya pun menghilang sesaat setelah telponan dengan afy.
" Baik kalau gitu aku matiin teleponnya dulu ya key, kamu jangan lupa makan obat dan banyakin makannya biar sehat. Aku mau makan malam juga sebentar lagi" ucap afy
" Okey baiklah, hati-hati daa Assalamualaaikum" ucap key
" Waalaikumsalam" Tiiit.
" Hah syukurlah bukan afy korbannya" ucap key ngomong sendiri
"duh lega, tapi kasian juga sama korban pesawatnya" ucap key lagi.
Keyla turun dari tempat tidur menuju ruang keluarga. Mencari rey dan ingin makan bareng.
" Kak, syukurlah bukan afy orangnya.." jelas key senang
" Oh ya, udah bisa nelpon afy berarti" tanya rey
" iya tadi udah di jelasin panjang lebar jadi pesawatnya tadi ada delay satu jam. mungkin kalau pesawatnya ikut takeoff sama S Air di jam yang sama bisa jadi bernasib sama dengan pesawat yang jatuh itu" jelas key
" Oh syukurlah udah bisa lihat kamu semangat lagi" ledek rey
" Lho kok?"
key belum selesai ngomong rey langsung mengecek kepala key.
" waw amazing [luar biasa], sudah tidak demam lagi..suhu tubuhnya turun drastis dan terlihat raut wajahnya sudah mulai bersemangat dan gak galau lagi, emang efek afy luar biasa (sambil tepuk tangan) mungkinkah mereka sama-sama memendam perasaan ? Hmm kita lihat aja nanti kelanjutannya" ledek rey terkekeh seakan lagi membacakan sinopsis cerpen
" Rey!!" teriak key kesal karena ulah kakaknya yang terus usil.
" Tapi kakak serius kamu tadi siang tidak seperti ini dan sekarang kamu jadi terlihat bugar kembali" Ucap rey lagi
" Apaan sih kak! Stop it! [berhenti]" teriak key menghentikan rey.
Key sendiri gak tau gimana perasaannya. Tanpa sadar dia sebegitu galaunya memikirkan afy seharian gak bersemangat dan malamnya ketika sudah mendengar suara afy keyla kembali bersemangat lagi.
apakah keyla juga punya perasaan yang sama tanpa ia sadari??